Gabungan Pengusaha MBG Tolak Penghentian Program saat Libur Sekolah

GAPEMBI secara resmi menolak SE Badan Gizi Nasional terkait peniadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah. Simak dampak dan alasannya.

Gabungan Pengusaha MBG Tolak Penghentian Program saat Libur Sekolah
Gabungan Pengusaha MBG Tolak Penghentian Program saat Libur Sekolah

INILAHKORAN.ID - Kebijakan mengenai keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa libur sekolah tengah memicu polemik. 

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) menyatakan sikap resmi menolak Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur tentang peniadaan atau penghentian sementara program tersebut sepanjang masa liburan sekolah.

​Pernyataan sikap dan penolakan keras tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GAPEMBI, Alven Stony, dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.

​Alasan Penolakan: Dinilai Melanggar Juknis dan Kontrak Kerja Sama

​Pihak asosiasi pengusaha menilai aturan baru yang diterbitkan oleh BGN tersebut tidak sejalan dengan regulasi yang sudah disepakati sebelumnya. Alven Stony menegaskan bahwa SE Nomor 12 Tahun 2026 tersebut bertentangan secara langsung dengan Surat Keputusan Kepala BGN tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 401.1 serta dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani antara pihak mitra dan BGN.

​Dampak Besar Bagi Relawan, Satuan Pelayanan, hingga Pemasok Lokal

​Penghentian program secara mendadak selama masa libur sekolah dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino yang merugikan banyak pihak di dalam ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). GAPEMBI merincikan beberapa dampak nyata yang akan terjadi, di antaranya:

​Para relawan yang menggerakkan dapur umum di berbagai SPPG terancam kehilangan pekerjaan dan tidak bisa memperoleh honor atau penghasilan selama masa libur sekolah.

​Rantai pasok bahan baku akan terganggu secara drastis akibat berhentinya serapan operasional.

​Berhentinya program ini diprediksi membuat komoditas hasil tani, hasil ternak, serta bahan pangan lokal lainnya menumpuk di gudang karena kehilangan pasar utama secara mendadak.

​Alasan Pemerintah dan BGN Lakukan Penghentian Sementara

​Sebelum gelombang penolakan ini muncul, pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah memaparkan alasan di balik kebijakan jeda operasional tersebut. Menurut pihak BGN, penghentian aktivitas dapur SPPG selama libur sekolah sengaja dilakukan untuk memberikan ruang evaluasi total yang menyeluruh terhadap kualitas dan standarisasi program MBG.


Editor : Firda Rachmawati