Gandeng ITB, Pemkot Bandung Petakan Wilayah Rawan Gempa Sesar Lembang,
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), guna memetakan wilayah yang berpotensi terdampak gempa akibat pergerakan Sesar Lembang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), guna memetakan wilayah yang berpotensi terdampak gempa akibat pergerakan Sesar lembang.
Langkah tersebut, dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana berbasis data ilmiah mengingat kedekatan sesar aktif tersebut dengan kawasan padat penduduk.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, kerja sama menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah yang mengutamakan aspek preventif dan kesiapsiagaan.
Menurutnya, pemetaan berbasis geologi ini penting untuk menentukan wilayah prioritas dalam pembangunan infrastruktur, penyusunan zonasi hingga edukasi masyarakat.
“Dengan data dari ITB, kita bisa petakan mana kawasan yang rentan. Dari situ, pemerintah bisa ambil kebijakan pembangunan yang lebih aman dan tepat sasaran,” kata Erwin, Jumat 22 Agustus 2025.
Ia menegaskan, potensi gempa dari Sesar lembang tidak bisa dianggap sepele. Jika terjadi, dampaknya bisa meluas ke sektor fisik, ekonomi dan sosial. Oleh sebab itu, pemerintah tidak hanya fokus pada respons pascabencana. Tetapi memperkuat sistem mitigasi di tahap awal.
Pemetaan ini, dituturkan ia dilakukan bersama Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB lembaga yang selama ini aktif meneliti dinamika kegempaan di wilayah Jawa Barat. "Hasil pemetaan akan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan, terutama untuk kawasan permukiman dan fasilitas umum," ucapnya.
Selain pemetaan, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan enam titik evakuasi utama yang tersebar di berbagai wilayah kota. Titik-titik tersebut antara lain Taman Tegalega, Stadion GBLA, Gasibu, Alun-alun Kota Bandung, Sabuga dan Lapangan Olahraga Arcamanik.
Langkah mitigasi, sambung Erwin diperkuat dengan edukasi langsung kepada masyarakat. Simulasi evakuasi rutin digelar di sekolah, kantor dan lingkungan warga. Pihaknya juga mendorong masyarakat menyiapkan tas siaga, dan mengenali jalur evakuasi di sekitar tempat tinggal.
“Mitigasi bencana harus berbasis kolaborasi. Tidak hanya tugas pemerintah, tetapi juga akademisi dan masyarakat. Semuanya harus bergerak,” ujar dia.
Sesar lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat dengan panjang sekitar 29 kilometer. Aktivitasnya berpotensi menimbulkan gempa besar, yang menurut sejumlah studi bisa berdampak signifikan bagi wilayah Bandung Raya. *
Editor : Ahmad Sayuti

