Garuda Muda Taklukan Raksasa Asia: Mental Baja dan Strategi Cermat Jadi Kunci Kemenangan Bersejarah Indonesia U-17 atas Korea Selatan di Piala Asia 2027
Kemenangan tim nasional Indonesia U-17 atas Korea Selatan dalam laga pembuka Grup C Piala Asia U-17 2027 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Arab Saudi, menjadi sorotan hangat publik sepak bola nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Kemenangan tim nasional Indonesia U-17 atas Korea Selatan dalam laga pembuka Grup C Piala Asia U-17 2027 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Arab Saudi, menjadi sorotan hangat publik sepak bola nasional.
Tidak hanya karena lawan yang dihadapi adalah raksasa Asia, namun juga karena cara Garuda Muda menghadirkan kemenangan—dengan mental baja dan strategi yang matang.
Pertandingan yang berlangsung pada Jumat malam (5/4) waktu Indonesia Barat berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Indonesia.
Gol semata wayang dicetak oleh Evandar Floresta, yang dengan sigap menyambar bola pantulan setelah tendangan penaltinya sempat ditepis oleh penjaga gawang Korea Selatan.
Pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni, memberikan apresiasi tinggi terhadap permainan anak-anak asuhan Nova Arianto.
Menurutnya, kunci kemenangan Indonesia terletak pada mental bertanding para pemain muda yang tampil tanpa rasa takut menghadapi lawan yang punya reputasi besar.
“Kunci kemenangan Indonesia U-17 adalah mental bertanding yang positif. Para pemain tidak takut menghadapi lawan yang punya reputasi besar,” ujar Kusnaeni dikutip dari ANTARA.
Secara teknis, Kusnaeni mengakui bahwa Korea Selatan tampil lebih matang. Mereka unggul dalam kerja sama tim, kualitas individu, serta penerapan taktik.
Namun, Indonesia berhasil mencuri kemenangan berkat organisasi pertahanan yang solid dan strategi defend-counter yang diterapkan dengan disiplin tinggi.
“Justru strategi defend-counter itu memang sengaja diterapkan coach Nova untuk meredam kekuatan dan mengimbangi permainan lawan,” jelasnya.
Kusnaeni juga mencatat bahwa Indonesia cukup diuntungkan karena beberapa peluang emas Korea Selatan gagal berbuah gol, termasuk tiga tembakan yang membentur tiang dan mistar gawang.
Namun, keberuntungan dalam sepak bola tetap bagian dari permainan, dan tidak mengurangi nilai perjuangan Garuda Muda.
Pelatih Nova Arianto pun dinilai berhasil menyiapkan timnya dengan sangat baik. Ia mampu membaca karakter lawan dan menyesuaikan taktik agar para pemain Indonesia bisa bertahan secara kompak dan menyerang secara efektif saat ada kesempatan.
“Setiap lawan tentu harus dihadapi dengan caranya sendiri. Taktik defend-counter cukup efektif lawan Korea Selatan. Tetapi, laga berikutnya lawan Yaman dan Afganistan tentunya akan disikapi berbeda pula oleh pelatih,” tutur Kusnaeni.
Ia optimistis bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk lolos dari fase grup jika tetap menjaga fokus, disiplin, dan semangat juang seperti saat melawan Korea Selatan.
Lebih jauh, kemenangan ini disebut sebagai pencapaian bersejarah. Untuk pertama kalinya, timnas U-17 Indonesia mampu menaklukkan Korea Selatan dalam ajang resmi internasional di level usia muda.
Ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan talenta sepak bola usia dini.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


