Gawat! Pemprov Jabar Tak Siapkan Anggaran untuk Jalan Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya mengungkap Pemprov Jabar takkan siapkan anggaran untuk Jalan Khusus Tambang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ternyata, biaya pembebasan lahan dan pembangunan Jalan Khusus Tambang tidak ada dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pemprov Jabar.
Artinya, Pemprov Jabar takkan turut mendanai pembangunan Jalan Khusus Tambang yang melintasi Kecamatan Cigudeg dan Kecamatan Rumpin itu.
Kepastian Pemprov Jabar takkan mendanai pembangunan Jalan Khusus Tambang, itu diungkap Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya.
Baca Juga: Ayu Aulia Coba Bunuh Diri, Nekat Sayat Lengan hingga Minum Obat 50 Butir
Asep Wayhuwijaya mengaku kecewa karena sudah 4 tahun, Ridwan Kamil urung juga melaksanakan janji saat dirinya berkampanye dan masih menjadi calon Gubernur JawaBarat
"Sudah lebih 4 tahun diutarakan janji bangun jalan khusus tambang, hingga kini baik biaya pembebasan lahan, cut and fill hingga pembangunan jalan khusus tambang di Kecamatan Cigudeg-Kecamatan Rumpin tidak juga masuk dalam APBD. Jelas saya kecewa," kata Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Rabu 23 Februari 2022.
Asep menuturkan karena tidak ada dalam APBD tingkat I, maka rencana pembangunan jalan khusus tambang di Tahun 2022 ini hanya bergantung kepada cuan para investor.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi Terdaftar Menerima Bansos, Begini Deretan Faktanya...
"Rencana pembangunan jalan khusus tambang ini diserahkan ke badan usaha milik daerah (BUMD) PT. Jasa Sarana, mereka dikabarkan sedang mencari investor baik dari konsorsium pengusaha tambang maupun pengusaha lainnya," tutur Asep Wahyuwijaya.
Sarjana hukum alumni Universitas Padjajaran ini menambahkan bahwa pembangunan jalan khusus tambang adalah sebuah keniscayaan.
Pasalnya, lanjut dia, tonase truk tambang tak mungkin melewati jalan alteri yang kekuatannya hanya 8 ton saja.
Baca Juga: Simak Jadwal SIM Keliling Bandung Rabu 23 Februari 2022
"Kalau terus dipaksakan seperti saat ini, maka Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat tidak henti-hentinya melakukan pembangunan jalan di ruas yang sama setiap tahunnya dan itu jelas merugikan karena tidak bisa melakukan pembangunan insfrastruktur lainnya. Saya setuju kalau jalan khusus tambang bakal berbayar atau menjadi jalan tol, hingga kita bisa menarik minat investor untuk mewujudkan pembangunan jalan khusus tambang," tambahnya.*** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


