Mau jadi Selebgram atau Pegiat Medsos, Inilah Tips Membangun Citra Diri di Media Sosial

Ketua Program Studi Komunikasi, Universitas Sahid, Hayu Lusianawati membagikan tips cara membangun citra diri di media sosial

Mau jadi Selebgram atau Pegiat Medsos, Inilah Tips Membangun Citra Diri di Media Sosial
Pakar komunikasi yang juga Ketua Program Studi Komunikasi, Universitas Sahid, Hayu Lusianawati memberikan tips cara membangun citra diri di media sosial pada acara Ngobrol Bareng Legislator, Selasa 7 Juni 2022

INILAHKORAN.com,Bandung- Pekerjaan sebagai selebgram atau menjadi pegiat medsos saat ini bisa jadi menjadi cita-cita sebagian besar orang. Berikut ini tips membangun citra diri di media sosial.

Menjajaki pekerjaan sebagai selebgram atau bahkan pegiat medsos tak serta-merta dapat dilakukan dengan mudah. Menyiapkan diri dengan membangun citra merupakan langkah penting.

Nah bagi Anda yang berniat menjadi selebgram atau pegiat medsos, berikut ini tips membangun citra diri menurut pakar komunikasi yang juga Ketua Program Studi Komunikasi, Universitas Sahid, Hayu Lusianawati.

Baca Juga: Bukan Cuma di Indonesia, 3 Artis Hollywood Ini juga Terkenal Karena Sensasi! Kim Kardashian Urutan No.1

Membangun Citra diri di media sosial, menurut Hayu Lusinawati tidak melulu dilakukan oleh orang terkenal, tapi dapat dilakukan setiap pengguna media sosial.

"Sebagai individu, kita bisa membangun branding atau penokohan," ungkap Hayu Lusianawati, dalam webinar "Ngobrol Bareng Legislator-Jangan Asal Curhat di Media Sosial" dikutip Inilahkoran.com dari Antara, Selasa, 7 Juni 2022

Menurutnya, membangun citra diri bisa menggambarkan seperti apa seseorang ingin dikenal sebagai seorang pengguna media sosial dan konten apa yang akan dibagikan.

Baca Juga: Baru 34 Persen dari 1.346.110 Bidang Tanah di Garut Bersertifikat

Misalnya, jika suka memasak, maka bisa mengunggah konten yang berkaitan dengan menu masakan.

Menurut Hayu, ada tujuh hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membangun citra diri di media sosial.

Hal yang paling awal bisa dilakukan, pertama dan kedua, dengan memperkenalkan diri dan mengunggah kegiatan sesuai dengan kesukaan.

Baca Juga: Info PPDB 2022 di Jawa Barat, Ada Program Swasta Peduli Duafa untuk 5 Ribu Siswa

Agar tidak monoton, buat variasi unggahan di media sosial. Misalnya jika suka memasak, setelah mengunggah konten tentang cara memasak, keesokan hari bisa mengunggah aktivitas yang sedang dilakukan.

Hayu mengingatkan konten yang diunggah semestinya adalah sesuatu yang nyata, yang memang dilakukan. Ini adalah penting untuk membangun kredibilitas.

Ketiga, menurut Hayu, media sosial bisa digunakan untuk membangun jejaring. "Saat ini zaman kolaborasi," kata Hayu.

Baca Juga: Rob Kardashian Ajukan Gugatan pada Mantan Istri, Blac Chyna, Begini Isi Dokumennya!

Keempat, pengguna harus memahami popularitas dalam jaringan, misalnya hal apa yang sedang sering dibahas.

Dalam hal ini, pengguna harus berhati-hati supaya tidak terjebak aktivitas yang tidak perlu sampai mengeluarkan kata-kata yang negatif di media sosial.

Ketika menyikapi hal yang sedang viral, menurut Hayu, penting juga untuk mengedepankan empati. Contohnya, tidak menuduh berbohong pada unggahan yang memuat musibah.

Baca Juga: Garut serta Kabupaten/Kota se-Jawa dan Bali Masuk PPKM Level 1

Kelima, pengguna sebaiknya beradaptasi dengan interaksi di media sosial. Misalnya, balas komentar atau ucapkan terima kasih pada teman yang menyukai unggahan.

Keenam, media sosial sejatinya adalah ruang untuk berteman di dunia maya. Maka, upayakan memberikan dukungan dan ujaran yang positif kepada teman-teman di media sosial.

Terakhir, evaluasi terhadap unggahan di akun media sosial, termasuk juga membaca lagi apakah unggahan sudah sesuai dengan apa yang ingin disampaikan.

Baca Juga: ARMY Pasti Girang, BTS Bakal Rilis Album Antologi

Dalam acara yang sama, penasihat Forum Akademisi Indonesia, Aat Surya Safaat menyatakana ada enam hal yang sebaiknya tidak dilakukan di media sosial.

Hal tersebut adalah tidak boleh menyudutkan orang lain, tidak boleh menyinggung perasaan orang lain, tidak boleh mengadu domba tidak boleh memprovokasi, tidak boleh mengambinghitamkan orang lain dan sebaiknya tidak membuat unggahan ketika sedang marah.***

Sumber : Antara


Editor : inilahkoran