Warga Bandung Raya Siap-siap! ASO 2022 Tahap 2 Tinggal Dua Bulan Lagi

Bandung Raya jadi target ASO 2022 tahap kedua yang rencananya dilaksanakan Agustus mendatang. Sudah kenal dengan STB?

Warga Bandung Raya Siap-siap! ASO 2022 Tahap 2 Tinggal Dua Bulan Lagi
Bandung Raya jadi target ASO 2022 tahap kedua yang rencananya dilaksanakan Agustus mendatang.

INILAHKORAN, Bandung- Sekitar dua bulan ke depan, pemerintah bakal menghentikan siaran TV Analog di kota-kota besar seperti wilayah Bandung Raya dan Jabodetabek.

Program Analog Switch Off (ASO) 20222 tahap 2 rencananya diterapkan pada 25 Agustus 2022.

Seperti diketahui, ASO adalah penghentian siaran TV Analog untuk kemudian beralih ke siaran televidi digital di Indonesia.

Untuk ASO 2022 tahap 2, kota-kota besar jadi target pemerintah yang mencakup 31 wilayah siaran di 110 Kabupaten Kota.

Baca Juga: Arsenal Mulai Tawar Alvaro Morata Usai Batal Rayu Gabriel Jesus

Dikutip laman resmi Kominfo, selain Bandung dan Jabodetabek, kota-kota besar lainnya seperti Medan, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya masuk proyeksi ASO 2022 tahap 2.

Khusus Bandung, wilayah yang bakal mengimplementasikan ASO 2022 tahap 2 juga mencakup wilayah Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung.

Termasuk juga wilayah-wilayah di Jawa Barat lainnya seperti Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Subang.

Program ASO 2022 mengacu pada Peraturan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Baca Juga: Robert Lewandowski Segera Diumumkan Sebagai Rekrutan Anyar Barcelona

Aturan tersebut turunan dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, proses peralihan siaran televisi analog ke digital telah ditetapkan pada 2 November 2022 sebagai batas terakhir.

Direktur Pengembangan Pitabelar Kementerian Kominfo, Marvels Situmorang mengimbau masyarakat untuk menyiapkan diri menyongsong program ASO 2022.

Dia memastikan, sudah terdapat siaran simulcast atau siaran TV Analog dan TV DIgital yang ditayangkan secara bersamaan dalam satu waktu.

"Sudah tersedia siaran simulcast. Iya, sudah bisa di hampir semua ibu kota provinsi," ungkapnya dalam pernyataan tertulis, belum lama ini.

Baca Juga: Spoiler Why Her? Episode 7: Tangis Oh Soo Jae Tumpah, Gong Chan Tahu Ketakutan Professornya

Masyarakat, lanjut Marvels, sebaiknya mulai memahami segala hal terkait siaran televisi Digital termasuk bagaimana cara beralih dari TV Analog.

Dia terus mengingatkan bahwa TV Digital tayangannya didapat secara gratis atau tanpa biaya langganan apapun yang biasa diterapkan layanan streaming.

Masyarakat mampu, diminta segera membeli perangkat Set Top Box (STB) jika televisi di rumah tidak support langsung untuk menangkap tayangan digital.

STB memiliki sebutan lain yakni dekoder, receiver dan beberapa kalangan menyebutnya sebagai converter.

Baca Juga: Heboh! Gus Miftah Tanya Agama Rendang, Begini Jawaban Ustadz Adi Hidayat

Fungsi STB pada TV analog yaitu sebagai alat untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara kemudian ditampilkan ke televisi analog atau tabung.

Meski menggunakan STB, masyarakat tetap membutuhkan antena UHF untuk bisa menikmati siaran digital.

Harga STB sendiri berada di kisaran Rp150 ribu hingga Rp300 ribu di pasaran.

STB Gratis

Di sisi lain, warga yang masuk kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) bisa mendapatkan STB gratis.

Kriteria RTM yang ditentukan pemerintah, yakni masyarakat miskin yang berada pada jangkauan layanan siar pemacar digital (mux). Lalu, tidak memiliki parabola atau TV berlangganan.

Menkominfo Johnny G Plate sendiri mengaku akan berkoordinasi dengan Kemendagri untuk mendapatkan keselarasan data terkait RTM penerima STB gratis.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Tangsel Senin 20 Juni 2022

"Penyeragaman data pemberian bantuan Set-Top-Box kepada keluarga miskin dibutuhkan dalam rangka untuk menghasilkan fakta berbasis lapangan. Kegiatan yang berbasis Kependudukan Catatan Sipil, komunikasinya dengan para kepala daerah dalam rangka bagaimana memanfaatkan pengalaman serupa dengan sumber arus data yang sama,” ujar Johnny dalam siaran pers Kominfo, beberapa waktu lalu.***(Tantan Sulton)


Editor : inilahkoran