Gedung Belum Jadi, SMAN 28 Bandung Sudah Diserbu 600 Peminat di SPMB 2026
Kehadiran SMAN 28 Bandung langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Meski bangunan sekolahnya belum berdiri sepenuhnya, jumlah peminat membeludak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kehadiran SMAN 28 Bandung langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Meski bangunan sekolahnya belum berdiri sepenuhnya, sekolah negeri baru yang berlokasi di kawasan Arcamanik itu sudah menjadi salah satu tujuan favorit dalam SPMB Jabar 2026.
Fenomena itu memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap tambahan daya tampung sekolah negeri di Kota Bandung. Bahkan, jumlah calon siswa yang berminat tercatat jauh melampaui kapasitas yang tersedia pada tahun pertama operasional sekolah tersebut.
Kepala SMAN 28 Bandung Ai Sumiati mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya hanya membuka enam rombongan belajar (rombel) untuk tahun ajaran perdana.
Dengan kapasitas 36 siswa per rombel, total kuota yang tersedia hanya 216 kursi. Namun antusiasme masyarakat jauh melampaui daya tampung tersebut.
"Tapi yang daftar atau berminat ke SMAN 28 ini sudah mencapai 600 orang," ujar Ai dalam keterangan tertulisnya.
Jumlah peminat yang hampir tiga kali lipat dari kuota, menjadi gambaran bahwa sekolah negeri baru masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan menengah negeri.
Meski proses penerimaan siswa baru sudah berjalan, pembangunan fisik SMAN 28 Bandung masih berlangsung. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar siswa yang diterima tahun ini akan dilaksanakan di sekolah lain hingga pembangunan rampung.
Sementara itu, Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan seluruh siswa SMAN 28 akan mengikuti pembelajaran sementara di SMAN 23 Bandung.
"Sudah ada peminatnya. Belajarnya nanti itu ada di sekolah SMAN 23," kata Purwanto saat ditemui di SMK Negeri 1 Bandung, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, proyek pembangunan sekolah yang berlokasi di Jalan Pacuan Kuda, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung tersebut saat ini masih berada dalam tahap awal pengerjaan.
Pemprov Jawa Barat sedang melakukan penyiapan lahan, sebelum pekerjaan konstruksi dimulai secara penuh.
"Sudah mulai pengosongan (lahan) kan sekarang," katanya.
Pemerintah menargetkan, pembangunan sekolah dapat diselesaikan sebelum akhir tahun agar para siswa bisa segera menempati gedung baru.
"Desember harus sudah selesai. Mudah-mudahan lima bulan selesai," tegasnya.
Meski penerimaan peserta didik telah dimulai, Purwanto mengaku belum memegang data pasti jumlah siswa yang telah diterima melalui SPMB 2026 di sekolah tersebut.
"Sudah nerima siswa. Kuotanya harus saya cek ya," katanya.
Selain SMAN 28, Pemprov Jabar juga mulai mengoperasikan SMAN 29 Bandung pada tahun ajaran baru ini. Kehadiran dua sekolah baru tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menambah kapasitas sekolah negeri yang selama ini belum mampu mengimbangi jumlah lulusan SMP setiap tahunnya.
Untuk sementara, SMAN 29 menempati area Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung.
"Kalau 29 itu kan enam kelas. 6 kelas dikalikan 42-an atau sekitar 219-an kalau nggak salah," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani


