Gedung Sate Lebih Kinclong, Dedi Mulyadi: Anggaran Pemeliharaan Sesuai Peruntukan
Tidak hanya melakukan revitalisasi pelataran halaman depan Gedung Sate yang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu, Pemprov Jabar juga mengecat ulang Gedung Sate.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tidak hanya melakukan revitalisasi pelataran halaman depan Gedung Sate yang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu, Pemprov Jabar juga mengecat ulang Gedung Sate.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, sebelumnya pemeliharaan Gedung Sate tidak maksimal karena cat yang digunakan tidak standar sehingga tampak kurang rapi.
Saat meninjau langsung proses pemeliharaan di halaman Gedung Sate bersama Kepala Biro Umum Setda Jabar Sekarwati, Dedi mengungkapkan bangunan cagar budaya yang menjadi pusat pemerintahan Jabar itu sudah lama tidak mendapatkan pengecatan dengan kualitas yang sesuai standar.
"Ya, ini kita lagi di halaman Gedung Sate bersama Karo Umum (Sekarwati). Nih Gedung Sate-nya. Saya enggak tahu sudah berapa puluh tahun tidak pernah dicat dengan menggunakan cat standar," kata Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab tampilan Gedung Sate selama ini terlihat kurang terawat. Dedi menyebut pengecatan sebelumnya tidak menggunakan material yang sesuai sehingga hasil akhirnya tampak tidak merata.
"Sehingga kalau selama ini kelihatan catnya belepotan, karena memang bukan menggunakan cat standar. Jadi nih catnya, cat dari toko baru dicatin, pasti belepotan," ujarnya.
Dedi memastikan, proses pengecatan yang kini dilakukan akan mengembalikan estetika Gedung Sate sesuai karakter dan warna aslinya. Dia mengibaratkan proses tersebut sebagai upaya memberikan "make-up" yang tepat pada bangunan bersejarah tersebut.
"Nanti Gedung Sate tidak akan belepotan lagi karena dia sudah bermake-up sesuai dengan make-up aslinya," ucapnya.
Dedi juga menepis anggapan, perbaikan dan pengecatan Gedung Sate memerlukan anggaran baru yang besar. Menurutnya, pekerjaan tersebut dibiayai dari pos pemeliharaan yang memang telah tersedia dan kini digunakan secara tepat sasaran.
"Diperoleh dari mana duitnya? Ya itu, dari pemeliharaan yang dulu biasa digunakan, hari ini digunakan sebagaimana mestinya," tegas Dedi.
Dia menekankan prinsip efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Pemanfaatan dana pemeliharaan, kata dia, harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan perawatan aset pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Sesuai dengan peruntukannya, sehingga anggaran itu tepat dan cepat penanganan dan pengelolaannya," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

