Dedi Mulyadi Resmikan Pasanggrahan Pancarasa, Wajah Baru Pelataran Depan Gedung Sate
Momen HUT ke-81 RI, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meresmikan pelataran Gedung Sate bernama Pasanggrahan Pancarasa yang kini resmi dibuka untuk publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Penataan revitalisasi halaman depan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu terintegrasi, secara bertahap mulai rampung.
Penataan tinggal menyisakan di Lapangan Gasibu, sementara untuk Gedung Sate telah selesai total. Pelataran halaman depan Gedung Sate ini secara resmi dibuka Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di momen Upacara HUT ke 81 RI, Senin (17/8/2026).
Bahkan Dedi turut memberikan nama terhadap pelataran tersebut, yakni Pasanggrahan Pancarasa.
Dedi menjelaskan, penamaan Pasanggrahan Pancarasa tidak sekadar memberi identitas baru pada kawasan depan Gedung Sate. Nama tersebut mengandung makna filosofis yang berkaitan dengan fungsi ruang publik, sebagai tempat berkumpul masyarakat dan refleksi nilai-nilai kehidupan.
Menurut Dedi, istilah pasanggrahan merujuk pada tempat berkumpul atau ruang pertemuan publik yang dalam tradisi masa lalu menjadi lokasi persinggahan masyarakat maupun kalangan kerajaan.
"Pelataran Pasanggrahan. Pasanggrahan itu ya orang bilang pelataran, di situ ada pelataran tuh yang dikomersialkan. Nah, pelataran itu tempat berkumpul, ya kan, alun-alun. Pasanggrahan tuh tempat berkumpul, alun-alun, dan dulu berkumpulnya di Pasanggrahan tuh berkumpul orang pakai kuda daerah kerajaan. Nah, tadi ada kudanya," ujar Dedi.
Sementara itu, kata Pancarasa menggambarkan lima unsur rasa yang dimiliki manusia sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Filosofi tersebut, kata Dedi, menjadi pesan utama yang ingin dihadirkan melalui ruang publik baru di jantung pemerintahan Jawa Barat itu.
"Ya Pancarasa, kita ini punya lima rasa. Punya mata harus melihat, punya telinga harus mendengar, punya hidung harus menghisap, punya lidah harus berucap, punya hati harus ikhlas," katanya.
Dedi memastikan, Pasanggrahan Pancarasa mulai dibuka untuk masyarakat pada hari ini. Ia berharap kawasan yang telah direvitalisasi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak dan dijaga bersama oleh seluruh warga.
"Dibuka, sudah dibuka. Ini dibuka per hari ini, tapi rumputnya jangan diinjak ya mudah-mudahan. Karena yang harus diperbaiki itu bukan hanya mentalitas pejabat, rakyat juga harus diperbaiki," tuturnya.
Editor : Ahmad Sayuti


