Gegara Hal ini, Pelaku UMKM di Kota Cimahi Belum Bisa Maju dan Berkembang
Harapan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk bisa memajukan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya masih belum bisa terealisasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Harapan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk bisa memajukan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya masih belum bisa terealisasi.
Sejumlah faktor disebut-sebut menjadi kendala para pelaku UMKM di Kota Cimahi untuk bisa maju dan berkembang.
"Para pelaku UMKM di Cimahi masih menghadapi berbagai tantangan untuk berkembang, terutama dalam bersaing dengan pasar yang semakin kompetitif," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi belum lama ini.
Saat ini, sebut Dicky, jumlah masyarakat Cimahi yang terjun ke dunia usaha terutama UMKM, masih sekitar 2 persen. Menurutnya, angka tersebut masih jauh dari target yang diharapkan sebesar 5 persen.
“Untuk itu, kita melakukan tiga langkah strategis, yaitu peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan, penambahan kuantitas produk secara kontinyu, serta peningkatan manajemen usaha secara profesional,” sebutnya.
Selain itu, terang Dicky, Pemkot Cimahi terus berupaya memberikan ruang kepada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disdagkoperin) untuk melaksanakan berbagai pelatihan dengan alokasi anggaran yang memadai.
Tak cuma itu, kolaborasi antara UMKM yang belum berkembang dengan pelaku UMKM besar juga menjadi fokus utama, baik melalui kerja sama antarpelaku usaha (Government to Private) maupun antar instansi pemerintah (Government to Government).
“Pelaku UMKM mesti memiliki akses yang kuat ke pihak perbankan maupun pemasaran. Hal itu merupakan salah satu strategi utama dalam pengembangan dunia usaha,” bebernya.
Dicky menuturkan, ruang pamer dan ruang dagang, baik secara langsung maupun tidak langsung harus terus dikembangkan.
Ruang dagang secara tidak langsung, misalnya melalui platform daring atau e-commerce, dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
“Untuk itulah, Disdagkoperin membuat website Dekranasda. Website ini akan menjadi portal transaksi yang memudahkan pemasaran sekaligus memperkenalkan produk unggulan Kota Cimahi,” katanya.
Dicky juga berharap, keberadaan Gerai Dekranasda bisa menjadi ruang pameran fisik yang dapat memperkuat promosi produk UMKM lokal.
"Kegiatan lain, seperti Pasar Awi Campernik dan berbagai even situasional maupun rutin, turut menjadi sarana untuk memasarkan produk UMKM," sebutnya.
Dicky juga menyoroti perkembangan batik Cimahi yang semakin pesat berkat inovasi dalam teknik membatik.
“Perkembangan batik Cimahi cukup pesat, dengan banyaknya inovasi dalam teknik membatik,” ujarnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

