Gempa M7,7 Nagekeo, 1 Orang Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Maumere
Gempa M7,7 Nagekeo menyebabkan satu orang meninggal dan dua luka-luka di Maumere. Korban tertimpa reruntuhan Dermaga Lorens Say.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka di Maumere, Kabupaten Sikka.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere mengevakuasi satu korban meninggal dunia yang tertimpa reruntuhan bangunan di ruang tunggu Dermaga Lorens Say Maumere.
Kepala SAR Maumere Faturahman mengatakan korban yang belum diketahui identitasnya tersebut ditemukan setelah bagian bangunan dermaga mengalami kerusakan akibat guncangan Gempa.
“Tadi kami sudah evakuasi satu orang meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan gedung,” kata Faturahman saat dihubungi dari Kupang seperti dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Menurut dia, proses evakuasi di ruang tunggu Dermaga Lorens Say telah selesai dan lokasi tersebut dinyatakan nihil korban.
“Untuk di ruang tunggu itu sudah nihil,” ujarnya.
Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi luka-luka. Keduanya telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Gempa berkekuatan M7,7 tersebut terjadi pada Sabtu pagi dan berpusat di laut sekitar 30 kilometer dari Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan episenter Gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.
Gempa tersebut kemudian memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah wilayah di NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Tenggara.
Dalam Peringatan Dini Tsunami 2, sejumlah wilayah NTT masuk kategori Siaga, di antaranya Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara.
Sementara di Sulawesi Selatan, wilayah yang masuk status Siaga meliputi Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah Gempa awal tercatat berkekuatan M7,0. Saat itu, Ngada bagian utara berstatus Waspada dengan perkiraan waktu tiba tsunami sekitar pukul 05.01.23 WIB.
Namun, BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 07.31 WIB. Gempa M7,7 tersebut tercatat terjadi pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer dan berlokasi 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.
Masyarakat tetap diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan mewaspadai kemungkinan Gempa susulan maupun bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan.
Editor : Ahmad Sayuti


