Genjot Wisata,  Kades Margaluyu Sambut Rencana Jembatan Cirahong 2

Rencana pembangunan Jembatan Cirahong 2 yang akan menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya disambut antusias oleh Kepala Desa Margaluyu.

Genjot Wisata,  Kades Margaluyu Sambut Rencana Jembatan Cirahong 2
Rencana pembangunan Jembatan Cirahong 2 yang akan menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya disambut antusias oleh Kepala Desa Margaluyu./INILAHKORAN-N Nurohman

INILAHKORAN.ID - Rencana pembangunan jembatan Cirahong 2 yang akan menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya disambut antusias oleh Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Dian Cahyadinata.

Ia menilai proyek tersebut akan membawa banyak manfaat, terutama dalam memangkas jarak tempuh serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah perbatasan.


Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan jembatan Cirahong 2 dapat direalisasikan pada 2026 atau paling lambat 2027. jembatan ini direncanakan menghubungkan Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Ciamis dengan Kampung Sukakarya, Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.


Kepala Desa Margaluyu, Dian Cahyadinata, mengungkapkan bahwa masyarakat di kedua wilayah menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan baru akan memberikan dampak positif yang signifikan dibandingkan dampak negatifnya.


“Baik masyarakat Manonjaya maupun Ciamis sangat antusias, karena manfaatnya jauh lebih besar, terutama untuk memangkas jarak tempuh kendaraan,” ujarnya.(18/4/2026)


Ia menjelaskan, sejak diberlakukannya portal pada jembatan Cirahong lama pada 2022, kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas. Hal ini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha dan UMKM yang kesulitan mengangkut barang.


“Dulu 2022 sampai 2024 masih bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. Tapi sejak dipasang portal, roda empat tidak bisa lewat. Pedagang dan UMKM dari Ciamis ke Tasik atau sebaliknya jadi kesulitan,” katanya.


Selain aspek ekonomi, Dian juga melihat potensi besar di sektor pariwisata. Ia menyebut pembangunan jembatan Cirahong 2 akan menciptakan konektivitas antar destinasi wisata di kedua daerah, termasuk kawasan Manonjaya hingga Bendungan Leuwikeris.


“Ke depan ini akan terhubung, dari Cirahong ke Manonjaya bisa ke alun-alun, masjid agung, situs makam bupati, lalu ke arah timur ada Bendungan Leuwikeris. Kalau ke Ciamis juga dekat ke pusat kota. Ini bisa jadi paket wisata lengkap, mulai dari religi, sejarah, budaya, hingga wisata bendungan,” jelasnya.


Terkait tahapan pembangunan, Dian menyebutkan bahwa pada 2026 akan dimulai proses pembebasan lahan di kedua wilayah. Saat ini, proses administrasi seperti pendataan dan penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) telah dilakukan.


“Informasinya, bulan Juni 2026 sudah ada penetapan harga, lalu Juli mulai persiapan pembebasan lahan, baik tanah, bangunan, maupun tanaman,” ungkapnya.


Ia juga berharap proses ganti rugi dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat terdampak. Berdasarkan informasi sementara, kisaran harga lahan berbeda antara wilayah Ciamis dan Tasikmalaya.


“Harapan kami bukan sekadar ganti rugi, tapi ganti untung. Di Ciamis kisarannya sekitar Rp6 juta per bata, sedangkan di Tasik bisa sampai Rp10 juta per bata, dengan rata-rata Rp5 juta sampai Rp7 juta,” jelasnya.


Untuk pembiayaan, Dian menyebut pembangunan jembatan Cirahong 2 direncanakan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini, dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) disebut telah tersedia.


“Informasinya anggaran dari pusat, DED juga sudah ada. Tinggal menunggu pembebasan lahan saja,” katanya.


Di sisi lain, ia menambahkan bahwa setelah jembatan Cirahong 2 beroperasi, fungsi jembatan lama akan dikembalikan seperti semula, yakni diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pesepeda.***


Editor : JakaPermana