Gerebek Saritem Bandung, Polrestabes Amankan 21 Orang Positif Metamfetamin

Polrestabes Bandung menggerebek Saritem dalam Operasi Antik Lodaya 2026. Sebanyak 21 orang terindikasi positif metamfetamin dan diamankan untuk pemeriksaan.

Gerebek Saritem Bandung, Polrestabes Amankan 21 Orang Positif Metamfetamin
Polrestabes Bandung menggerebek Saritem dalam Operasi Antik Lodaya 2026. Sebanyak 21 orang terindikasi positif metamfetamin dan diamankan untuk pemeriksaan.

INILAHKORAN.ID – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menggerebek kawasan Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jumat (9/10/2026), dalam Operasi Antik Lodaya 2026. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 21 orang yang hasil tes urinenya terindikasi positif mengandung metamfetamin.

Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, Kompol Oliestha Ageng Wicaksana, mengatakan 21 orang tersebut terdiri dari 18 laki-laki dan tiga perempuan.

“Kami mendapatkan 21 orang terindikasi positif menggunakan metamfetamin, terdiri dari 18 laki-laki dan tiga perempuan,” ujarnya di lokasi penggerebekan.

Selain mengamankan sejumlah orang untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi juga menemukan 23 keping obat-obatan keras terbatas, belasan alat isap sabu, serta beberapa plastik yang diduga berisi sabu-sabu.

Oliestha mengatakan, orang-orang yang terindikasi positif menggunakan narkotika dibawa ke Markas Polrestabes Bandung untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna mendalami kemungkinan keterlibatan mereka, baik sebagai pengguna maupun pihak yang terhubung dengan jaringan peredaran narkotika.

“Untuk orang-orang yang telah kami amankan, yang terindikasi positif, kami bawa ke Mako untuk kami mintai keterangan, untuk dapat kami tentukan mana yang memang sebagai pengguna saja atau mungkin terikat jaringan, sehingga dapat kami telusuri sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Libatkan Sekitar 300 Personel

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, mengatakan penggerebekan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan kawasan rawan narkotika. Kegiatan itu juga menjadi rangkaian Operasi Antik Lodaya yang tengah digelar Polda Jawa Barat.

Menurut Dedi, operasi di kawasan Andir tersebut melibatkan sekitar 300 personel.

“Pada sore hari ini, kami dengan kekuatan kurang lebih 300 personel melakukan penggeledahan di Andir. Hasilnya tadi ada bong, ditemukan bong, kemudian sabu, kemudian puluhan orang juga kami melakukan sidak tes urine di tempat dan hasilnya positif. Untuk selanjutnya nanti akan kita lakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolrestabes,” ujarnya.

Dedi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memberantas kawasan yang menjadi lokasi peredaran narkotika.

Melalui Operasi Antik Lodaya 2026, kepolisian berupaya mengungkap dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitan orang-orang yang diamankan dengan jaringan peredaran barang terlarang.

Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan peran masing-masing orang yang diamankan serta mendalami temuan barang bukti dalam penggerebekan tersebut.***


Editor : JakaPermana