Gerindra Dianggap Paksa Golkar Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, Habiburokhman Bilang Begini

Waketum Partai Gerindra Habiburokhman merespons pandangan partainya memaksa Golkar agar mendorong Ridwan Kamil maju di Pilkada Jakarta.

Gerindra Dianggap Paksa Golkar Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, Habiburokhman Bilang Begini
Waketum Partai Gerindra Habiburokhman merespons pandangan partainya memaksa Golkar agar mendorong Ridwan Kamil maju di Pilkada Jakarta.

INILAHKORAN, Bandung- Waketum Partai Gerindra Habiburokhman merespons pandangan partainya memaksa Golkar agar mendorong Ridwan Kamil maju di Pilkada Jakarta.

Habiburokhman menegaskan Partai Gerindra hanya memberi saran atau masukan terhadap Golkar soal pencalonan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta.

Menurut Habiburokhman, keputusan Partai Gerindra mendorong Ridwan Kamil bertarung di Pilkada Jakarta sendiri bukanlah sebuah paksaan.

Baca Juga : Pilkada Jabar Realistis untuk Ridwan Kamil, Golkar Cium Peluang Kalah dari Anies Baswedan di Jakarta

Dia pun mempersilakan agar partai berlambang pohon beringin itu mempertimbangkan terlebih dahulu oleh arah politiknya untuk Ridwan Kamil. Karena dalam hal tersebut, menurutnya Gerindra mempertimbangkan juga hubungan antar partai.
 
"Kalo mereka mau di Jawa Barat ya pasti diputuskan di Jawa Barat oleh mereka. Tapi kami ingin sebaiknya di Jawa Barat kita menang, di Jakarta kita menang," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Walaupun begitu, menurutnya, Gerindra meyakini bahwa sosok Ridwan Kamil memiliki peluang besar untuk melenggang ke Jakarta. Menurutnya tipikal pemilih di Jakarta biasanya cenderung positif terhadap sosok-sosok baru.
 
Menurutnya warga Jakarta merupakan pemilih yang kritis terhadap sosok incumbent atau petahana. Karena berdasarkan pengalamannya dalam menangani Pilkada di Jakarta, dia menyebut bahwa survei-survei elektabilitas selalu tidak sama dengan hasil akhir.

Contohnya, kata dia, fenomena incumbent yang tak terpilih kembali, yaitu Fauzi Bowo sebagai incumbent yang kalah oleh Joko Widodo saat Pilkada DKI Jakarta 2012. Kemudian sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai incumbent juga kalah oleh Anies Baswedan saat Pilkada DKI Jakarta 2017.
 
"Kan dikategorikan incumbent, Pak Anies ini juga menjadi pertanyaan. Karena itu Ridwan Kamil adalah sosok baru di Jakarta dalam konteks elektoral," katanya.

Baca Juga : Di Jaksel, Anies Baswedan Diteriaki Warga Agar Maju ke Pilkada Jakarta Tanpa Kaesang

 Walaupun masyarakat secara nasional telah mengenal Ridwan Kamil, menurutnya sosok itu bisa tampil kompetitif jika berkompetisi di Jakarta. Terlebih lagi, kata dia, masyarakat pun sudah tahu pencapaian-pencapaian Ridwan Kamil ketika menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat.
 
"Ibu kota provinsi (Jawa Barat) yang karakteristiknya mirip Jakarta. Banyak masalah-masalah yang mirip Jakarta diselesaikan di Kota Bandung, kemudian di Jawa Barat," kata dia.

Halaman :


Editor : Bsafaat