Gudang TNI Disulap Jadi Lumbung Beras Strategis, Mayjen Novi Helmy Prasetya Resmi Jabat Dirut Bulog

Dalam langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi bekerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Gudang TNI Disulap Jadi Lumbung Beras Strategis, Mayjen Novi Helmy Prasetya Resmi Jabat Dirut Bulog
Gudang TNI Disulap Jadi Lumbung Beras Strategis, Mayjen Novi Helmy Prasetya Resmi Jabat Dirut Bulog

INILAHKORAN, Bandung - Dalam langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi bekerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Kerja sama ini mencakup pemanfaatan gudang-gudang milik TNI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk penyimpanan gabah dan beras hasil panen dari berbagai daerah.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Hariyanto, mengonfirmasi kolaborasi ini kepada awak media di Jakarta pada Senin, 10 Februari 2025.

“Kerja sama akan memanfaatkan gudang-Gudang TNI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Hariyanto.

Menurutnya, penggunaan fasilitas militer untuk penyimpanan bahan pangan merupakan bagian dari kesepakatan yang telah ditandatangani antara TNI dan Perum Bulog.

Meski begitu, Hariyanto tidak merinci berapa jumlah gudang yang akan digunakan dalam program ini.

Namun, langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kestabilan pasokan pangan nasional, terutama dalam menghadapi potensi krisis pangan.

Selain kerja sama strategis dalam pemanfaatan gudang, restrukturisasi di tubuh Perum Bulog juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dari nota kesepahaman (MoU) antara TNI dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah penunjukan Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum Bulog.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tertanggal 7 Februari 2025.

Sebelum dipercaya memimpin Bulog, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI.

Ia akan memulai masa baktinya sebagai Direktur Utama Bulog bersama dengan Hendra Susanto yang ditunjuk sebagai Direktur Keuangan.

Penunjukan perwira tinggi TNI untuk memimpin Bulog ini menandai sinergi yang semakin erat antara institusi militer dan BUMN dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa distribusi dan cadangan beras nasional dikelola dengan lebih efektif dan efisien.

Tak hanya di tingkat direksi, jajaran Dewan Pengawas Perum Bulog juga mengalami perombakan signifikan.

Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-29/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025, Wicipto Setiadi resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Dewan Pengawas dan digantikan oleh Verdianto Iskandar Bitticaca.

Verdianto adalah purnawirawan Polri yang terakhir menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan