Guehi dan Kembalinya Sebuah Memori

Guehi dan Kembalinya Sebuah Memori

Oleh: Bsafaat

Hanya berselang tujuh bulan setelah memimpin Crystal Palace mengangkat trofi Piala FA 2025 yang bersejarah, Marc Guéhi harus kembali ke London Selatan dengan seragam yang berbeda.

Selhurst Park adalah tempat di mana ia tumbuh dari seorang bek muda potensial menjadi kapten yang disegani dan mengenakan ban kapten sebanyak 101 kali.

Berjalan keluar dari lorong stadion yang familier, mendengar gemuruh suporter The Eagles yang dahulu memujanya, tentu menghadirkan desiran emosi tersendiri bagi pemain berusia 25 tahun tersebut.

Namun, sepak bola profesional menuntut profesionalisme mutlak, dan Guéhi datang bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk bertarung.

Kembalinya Guéhi ke markas Palace menjadi jauh lebih menarik menyusul perjudian taktik radikal yang dilakukan pelatih Enzo Maresca. Pada laga pembuka melawan Bournemouth akhir pekan lalu, publik Etihad dikejutkan saat melihat Guéhi—seorang bek tengah murni—didorong maju mengisi pos gelandang bertahan.

Hebatnya, eksperimen tersebut berbuah manis. Guéhi mencetak gol sundulan krusial pada menit ke-84 untuk memantik comeback dramatis City. Dia juga mencatatkan akurasi operan luar biasa mencapai 94,9% (56/59 operan sukses).

Tak hanya itu, Guehi nemenangkan 8 dari 11 duel fisik sepanjang 90 menit pertandingan.

Taktik "False DM" yang diadopsi Maresca ini membuat Guéhi bertransformasi menjadi sosok metronom baru di tengah krisis gelandang.

Menghadapi mantan rekan-rekan setimnya yang sangat memahami karakteristik bertahannya, peran baru ini bisa menjadi senjata rahasia sekaligus ujian adaptasi terbesar dalam kariernya.

Dalam wawancara pasca-laga pekan lalu di Sky Sports, Guéhi mengungkapkan bahwa kenyamanannya di posisi baru tak lepas dari bantuan rekan-rekan setimnya.

Sikap rendah hati dan kerja keras inilah yang membuatnya cepat dicintai oleh publik Manchester Barat.

Saat peluit pertama dibunyikan di Selhurst Park, semua memori manis bersama Palace harus ditepikan. Marc Guéhi yang baru, sang hibrida lini belakang dan tengah Manchester City, siap menuliskan narasi baru di lapangan yang pernah membesarkannya. (bsf) 


Editor : Inilahkoran