Guru Menjangkau Pelosok Negeri

Guru Menjangkau  Pelosok Negeri
PUNCAK ANUGERAH: Dirjen GTK Kemendikdasmen Nunuk Suryani menjadi pembicara kunci dalam Puncak Anugerah Terpujilah Guru.(ANTARA/HANA DEWI KINARINA KABAN)

INILAH, Jakarta - Tak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk duduk di ruang kelas dan bertemu guru. Jarak, kondisi wilayah, maupun berbagai keterbatasan dapat membuat akses terhadap pendidikan berkualitas menjadi tidak mudah.

Gagasan untuk menembus batas itu kini disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Program Studio Guru. 

Program tersebut diarahkan untuk menjangkau murid yang memiliki keterbatasan dan hambatan dalam mengikuti pendidikan formal di satuan pendidikan.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, Program Studio Guru merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Gagasan tersebut berangkat dari pandangan bahwa tempat lahir tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengajaran dari guru berkualitas.

"Dan sekarang yang baru saja Presiden Prabowo umumkan, itu adalah kami diminta untuk menyiapkan yang namanya Studio Guru,” kata Nunuk dalam Puncak Anugerah Terpujilah Guru di Jakarta Selatan, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (23/9).

Nunuk mengatakan, Studio Guru merupakan program yang disiapkan agar tempat lahir anak tidak menjadi hambatan bagi mereka untuk mendapatkan guru berkualitas.

Dalam gagasan itu, teknologi menjadi salah satu jembatan. Guru dapat hadir melalui ruang yang tidak selalu berupa kelas dengan dinding dan papan tulis, tetapi melalui studio yang memungkinkan pembelajaran menjangkau anak-anak di tempat yang memiliki keterbatasan akses.

Menariknya, tiga guru terbaik dari Program Terpujilah Guru yang diselenggarakan Telkomsel berpeluang menjadi bagian dari langkah awal tersebut.

Nunuk mengatakan dirinya akan merekomendasikan tiga peserta terbaik kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk menjadi pengajar perdana dalam Program Studio Guru. Mereka akan ditempatkan sesuai jenjang pendidikan dan bidang keahlian masing-masing.

“Dan mungkin saya ingin juga nanti yang tiga besarnya siapa, itu nanti menjadi guru yang akan mengajar langsung ke murid-murid kita yang tidak beruntung melalui Studio Guru,” ujarnya.

Bagi para guru tersebut, pengalaman mengajar juga telah bertemu dengan teknologi melalui Program Terpujilah Guru. Program yang berlangsung sejak Mei 2026 itu menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui roadshow di sejumlah daerah serta pembelajaran daring.

Wilayah yang dijangkau antara lain Kabupaten Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan, dan Batam. (gin)


Editor : Inilahkoran