Harga Beras dan Minyakita Stabil, Pemprov Jabar Perkuat Intervensi Pasokan
Di tengah lonjakan harga cabai dan bawang merah, sejumlah komoditas pangan strategis di Jawa Barat masih menunjukkan stabilitas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di tengah lonjakan harga cabai dan bawang merah, sejumlah komoditas pangan strategis di Jawa Barat masih menunjukkan stabilitas.
harga beras dan minyakita relatif terkendali, berkat intervensi pemerintah melalui distribusi pasokan dan program stabilisasi pangan jelang Iduladha 2026.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar dari pemantauan harga pangan strategis tingkat konsumen pada 29 Mei 2026, harga beras medium tercatat Rp12.955 per kilogram atau hanya naik 0,24 persen dibanding sebelumnya.
Sementara beras premium berada di level Rp14.760 per kilogram, sedangkan beras program Stabilitas Pasokan dan harga Pangan (SPHP) tercatat Rp12.269 per kilogram.
harga minyakita juga relatif terkendali pada kisaran Rp15.685 per liter dengan kenaikan yang sangat tipis sebesar 0,04 persen.
"Komoditas beras dan minyak goreng relatif stabil karena adanya intervensi pemerintah melalui distribusi pasokan dan program stabilisasi pangan," kata Kepala DKPP Jabar, Linda Al Amin, Selasa (2/6/2026).
Selain beras dan minyakita, beberapa komoditas protein hewani juga menunjukkan tren yang terkendali. harga telur ayam ras turun 0,04 persen menjadi Rp27.169 per kilogram, sedangkan daging ayam ras turun 0,14 persen menjadi Rp37.267 per kilogram.
Meski demikian, pemerintah masih mencermati distribusi minyak goreng di sejumlah wilayah. Ketersediaan minyakita yang belum merata, berpotensi mendorong masyarakat beralih ke minyak goreng curah.
Akibatnya, harga minyak goreng curah di beberapa daerah, telah mencapai Rp17.867 hingga Rp24 ribu per kilogram.
"Terbatasnya ketersediaan minyakita di pasar menyebabkan sebagian masyarakat beralih ke minyak goreng curah, sehingga meningkatkan permintaan di tengah keterbatasan pasokan minyak goreng curah pada sejumlah wilayah," sambungnya.
Selain itu, Pemprov Jabar juga mewaspadai potensi kenaikan harga pangan impor, akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada biaya impor dan distribusi.
Guna menjaga stabilitas harga, DKPP Jabar bersama pemangku kepentingan terkait, akan terus memperkuat pengawasan pasar melalui Gerakan Pangan Murah, pemantauan harga harian melalui Panel harga Pangan, koordinasi dengan Satgas Pangan, serta intervensi pasokan beras SPHP dan minyakita.
"Ketersediaan pangan tetap aman, namun pemantauan tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah," tandasnya.
Berikut harga rata-rata bahan pokok penting (Bapokting) di 27 kabupaten/kota Jawa Barat, dari Analisis Perkembangan harga Pangan Strategis Tingkat Konsumen Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat per Jumat (29/5/2026):***
Komoditas harga Rata-rata
Cabai Merah Besar Rp74.735/kg (naik 8,46% dari harga kemarin)
Cabai Merah Keriting Rp62.184/kg (naik 5,45% dari harga kemarin)
Cabai Rawit Merah Rp83.474/kg (naik 3,45% dari harga kemarin)
Tepung Terigu Curah Rp9.296/kg (naik 1,31% dari harga kemarin)
Bawang Putih Bonggol. Rp34.051/kg (naik 0,72% dari harga kemarin)
Kedelai Biji Kering (Impor) Rp10.698/kg (naik 0,49% dari harga kemarin)
Bawang Merah Rp49.377/kg (naik 0,29% dari harga kemarin)
beras Medium Rp12.955/kg (naik 0,24% dari harga kemarin)
beras SPHP Rp12.269/kg (naik 0,19% dari harga kemarin)
beras Premium Rp14.760/kg (naik 0,18% dari harga kemarin)
Daging Sapi Rp149.013/kg (naik 0,05% dari harga kemarin)
minyakita Rp15.685/liter (naik 0,04% dari harga kemarin)
Telur Ayam Ras Rp27.169/kg (turun 0,04% dari harga kemarin)
Daging Ayam Ras Rp37.267/kg (turun 0,14% dari harga kemarin)
Gula Konsumsi Rp18.222/kg (turun 0,43% dari harga kemarin).
Editor : JakaPermana

