Harga Kepokmas Merangkak Naik di Pasar Tradisional KBB Jelang Ramadan 1446 H, Apa Saja? 

Sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai merangkak naik jelang Ramadan 1446 Hijriah.

Harga Kepokmas Merangkak Naik di Pasar Tradisional KBB Jelang Ramadan 1446 H, Apa Saja? 
Di Pasar Sindangkerta misalnya, sejumlah kepokmas seperti minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita harga jualnya melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Hasil pantauan harga yang dijual ke konsumen mencapai Rp17.000 per liter. (

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai merangkak naik jelang Ramadan 1446 Hijriah.

Di Pasar Sindangkerta misalnya, sejumlah kepokmas seperti minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita harga jualnya melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Hasil pantauan harga yang dijual ke konsumen mencapai Rp17.000 per liter. 

Merangkaknya harga sejumlah kepokmas termasuk minyak bersubsidi disinyalir karena tingginya permintaan di masyarakat jelang Ramadan 1446 H.

Salah seorang pedagang sayuran, Iwan (29) menyebutkan kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah dan cabai keriting merah. Sementara cabai rawit hijau harganya masih stabil Rp60.000/kg.

"Sekarang yang naik harga cabai rawit merah dan kriting dari asalnya kemarin Rp80.000 hari ini jadi Rp100.000/kg," kata Iwan, Jumat 28 Februari 2025.

Iwan menerangkan, faktor yang menyebabkan kenaikan itu adalah karena pasokan dari Pasar Induk Caringin sedikit sementara permintaan meningkat. Apalagi, saat ini sudah akan memasuki bulan puasa. 

Kondisi yang sama juga diungkapkan pedagang ayam potong, Fauzi (34). Dia menyebut, harga ayam ada kenaikan dibandingkan tiga hari lalu. Sebelumnya dia menjual Rp35.000/kg, namun sekarang dijual antara Rp38.000 sampai Rp40.000/kg. 

"Ya memang biasa kalau mau puasa terus mau lebaran, permintaan masyarakat banyak makanya harga naik," sebut Fauzi.

"Sekarang kalau buat pelanggan yang mau dijual lagi saya jual Rp38.000/kg, kalau ke konsumen biasa Rp40.000/kg," bebernya seraya menyebutkan untuk stok dan pasokan barang banyak karena didrop dari Bandung dan Ciwidey. 

Sementara itu, untuk harga daging sapi naik hingga menyentuh Rp140.000/kg dari asalnya Rp120.000/kg. 

"Kemarin saya masih jual Rp120.000 sekarang udah Rp140.000/kg. Ini terjadi karena menjelang Ramadan, juga karena distribusi yang berkurang," kata penjual daging sapi Toni.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), KBB, Ricky Riadi mengakui adanya kenaikan harga bahan pokok masyarakat terutama menjelang memasuki bulan puasa seperti sekarang. 

Hal itu diketahui usai pihaknya bersama Dinas Perikanan dan Peternakan KBB dan Satgas Pangan Polres Cimahi melakukan peninjauan langsung ke Pasar Sindangkerta.

"Kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional karena momen tahunan, biasa kalau menjelang puasa, tapi setelah dua hari normal lagi," ucapnya kepada wartawan usai peninjauan harga. 

Disinggung soal adanya MinyaKita yang dijual diatas HET, Ricky mengakui jika di pengecer Minyakita dijual Rp17.000/litet sementara HET-nya Rp15.700. Hal itu tak terlepas dari harga tinggi yang didapat para pengecer.

"Itu kemungkinan karena pedagang di sini dapat harga dari distributornya juga sudah tinggi, makanya dijual di atas HET," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani