Harga Material Naik, Disperkim KBB Bakal Lakukan Hal Ini untuk Rampungkan Rutilahu 

Pemkab Bandung Barat tahun ini menyalurkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi 367 unit rumah warga.

Harga Material Naik, Disperkim KBB Bakal Lakukan Hal Ini untuk Rampungkan Rutilahu 
Perbakan rutilahu KBB menargetkan 367 unit rumah, tapi dananya masih Rp20 juta atau setengah dari standar provinsi. (ilustrasi/agus satia negara))

INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung Barat tahun ini menyalurkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi 367 unit rumah warga.

Kendati begitu, nilai bantuan per unit masih tertahan di Rp20 juta atau setengah dari besaran yang sudah diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tengah lonjakan harga bahan bangunan yang membatasi cakupan perbaikan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) KBB Anni Roslianti menjelaskan, alokasi tahun ini mencakup 249 unit di luar kawasan kumuh dan 118 unit di wilayah pemukiman padat kumuh. 

Meski program terus berjalan, ia mengakui nilai Rp20 juta kini belum cukup untuk perbaikan menyeluruh struktur, lantai, dinding, hingga sanitasi yang layak. 

"Kami tidak ingin program sekadar tuntas secara administrasi, tapi benar-benar membuat rumah aman dan sehat. Karena itu kami sedang menyusun Peraturan Bupati sebagai dasar kenaikan bantuan agar setara provinsi," kata Anni, Sabtu (18/7/2026).

Targetnya, sebut Anni, nilai bantuan rutilahu bisa naik menjadi Rp40 juta per unit. Menurutnya, langkah ini dinilai mendesak mengingat ribuan warga masih menunggu giliran, dan keterbatasan dana berisiko membuat perbaikan hanya bersifat sementara. 

"Harapannya, kenaikan ini membuat rumah yang dulu rawan roboh benar-benar berubah menjadi tempat tinggal yang layak," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani