Hargai Kinerja Peneliti, Kementan Beli Benih Padi IPB University Senilai Rp250 M

Kementan membeli benih padi IPB University dengan nilai Rp250 miliar sebagai bentuk penghargaan kepada peniliti

Hargai Kinerja Peneliti, Kementan Beli Benih Padi IPB University Senilai Rp250 M
Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet di Gedung STP Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah pada Kamis (9/4/2026). Foto Rizki Mauludi

INILAHKORAN.ID - Kementrian Pertanian (Kementan) berkomitmen memberikan penghargaan terhadap hasil penelitian perguruan tinggi yang bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia. Terbaru Kementan membeli bibit benih padi di IPB senilai Rp250 miliar.   

Menteri Pertanian (Mentan)/ Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) membeli benih padi produk IPB University senilai Rp250 miliar. Ini sebagai bentuk penghargaan bagi peneliti di IPB University juga berlaku untuk semua peneliti di Indonesia. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor IPB, para Guru Besar dan jajaran IPB University. Banyak inovasi baru, kerja sama kami perjalanannya sudah panjang, sudah 10 tahun yang lalu atau 2016 kami mulai. Yang menarik adalah ada benih padi IPB 3S, sekarang dengan turunannya yang produktivitasnya 9 ton sampai 11 ton. Ini kita langsung transaksi beli nilainya Rp250 miliar. Inilah bentuk penghargaan Kementan, pemerintah terhadap para peneliti kita, para peneliti kita seluruh Indonesia termasuk IPB," ungkap Amran kepada wartawan di Gedung Science Techno Park (STP) Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah pada Kamis (9/4//2026). 

Amran memaparkan, beberapa perguruan tinggi juga sudah Kementan beli hasil penelitiannya yang bisa berkontribusi besar pada rakyat Indonesia. Di antaranya Unhas, ITS, Andalas dan lain-lain.

"Kami beli produk-produk yang bisa memberikan added value atau nilai tambah sektor pertanian. Produksi rata-rata nasional 5,5 ton sampai 6 ton, ini produk IPB bisa produksi 10 ton. Ini luar biasa, kami insyaallah IPB sanggup memenuhi tahun ini dengan nilai Rp250 miliar bibit padi," terang Amran.

Amran memaparkan, ke depan dibuat rancang bawang putih. Kemudian ada istilah dormant dalam bawang putih itu 6 bulan, dirinya minta kalau bisa maksimal 2 bulan, bahkan kalau bisa 1 bulan dormant-nya. 

"Nah, ini juga bisa mendorong produksi nasional nanti. Nanti juga tapioka, kopi, dan seterusnya. Ini banyak kerja sama kami lakukan dan langsung kami tindak lanjuti, bukan lagi skala percobaan, tetapi skala besar," paparnya. 

Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet memaparkan, sebetulnya tahun 2015 sudah ada benih IPB 3S, tapi yang saat ini ada benih IPB 9G yang masif bisa memenuhi sekitar 4.000 ton kebutuhan beras.

"Tahun ini kami sepakati 12.500 ton, tapi pak menteri minta lebih banyak lagi. Artinya berapapun kemampuan IPB akan diserap, ini kami akan dikonsolidasikan. Karena memang potensinya IPB 9G sampai 11,6 ton per hektare. Yang sudah berjalan 8-9 ton perhektare. Kalau di lahan gogo 3-4 ton. Melalui pendampingan diharapkan produksi bisa lebih tinggi lagi," jelas Alim. 
 


Editor : Ahmad Sayuti