Heboh! Dokter Umum di Bandung Diduga Lecehkan Pasien, Netizen Ungkap Bukti Mengejutkan
Muncul sebuah laporan netizen yang mengaku menjadi korban pelecehan dokter umum di Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Setelah publik dihebohkan dengan kasus dugaan pelecehan oleh seorang dokter kandungan di Garut, kini muncul laporan baru mengenai dugaan serupa yang melibatkan seorang dokter umum di kawasan Bandung.
Informasi ini beredar luas usai akun Instagram @drg.mirza, milik Dokter Mirza Mangku Anom, mengunggah ulang tangkapan layar komentar seorang warganet yang mengaku sebagai korban.
Dalam komentar yang diduga ditulis oleh akun @mandini_ di unggahan milik Atalia Praratya, warganet tersebut mengklaim telah mengirimkan pesan langsung (DM) berisi kronologi pelecehan yang dialaminya oleh seorang dokter umum di daerah Cibiru, Bandung.
“Bu cinta, saya kirim DM terkait salah satu oknum dokter lainnya yg melakukan hal tersebut di daerah Cibiru. Semoga ibu bisa buka DM saya, karena saya mengirim ulasan-ulasaan Google terkait praktik dokter tsb,” tulisnya dalam komentar tersebut.
Lebih lanjut, akun tersebut menyebut nama seorang dokter umum yang diduga melakukan tindakan tak senonoh itu, yakni Dokter J, yang membuka praktik di kawasan Cipadung, Bandung.
Ia mengaku tidak memiliki bukti kuat, namun menyimpan pengalaman tersebut selama bertahun-tahun dan menyarankan agar publik melihat ulasan di Google sebagai pendukung.

Hasil penelusuran di Google Maps menunjukkan bahwa praktik Dokter Junewan memiliki rating bintang 2,7 dari 69 ulasan. Beberapa ulasan bahkan memberikan rating satu dan menuliskan dugaan tindakan tak pantas yang dilakukan dokter tersebut.
Salah satu ulasan yang diunggah sekitar tujuh bulan lalu menyebutkan bahwa dokter tersebut melakukan pemeriksaan yang tidak wajar terhadap pasien.
“Dokternya cabul, melakukan pelecehan ke teman saya ketika pemeriksaan, tes stetoskop lewat bawah baju sampai dada, bahkan paha pun diperiksa pakai stetoskop,” tulis akun dengan nama Pintu Rizqan.
Tak hanya satu, sejumlah ulasan lain yang muncul dalam dua tahun terakhir juga menyuarakan keluhan serupa, memperkuat dugaan bahwa kasus ini bukan insiden tunggal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait kasus dugaan pelecehan yang melibatkan dokter umum di Bandung tersebut. Publik pun menanti klarifikasi dan langkah lanjutan dari otoritas terkait.***
Editor : Firda Rachmawati

