Heboh Napi Tipikor Singgah ke Coffee Shop, Kemenimipas Siapkan Sanksi Tegas
Menteri Imipas Agus Andrianto telah menginstruksikan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kabar viral narapidana kasus korupsi berinisial S yang terlihat singgah ke coffee shop di Kendari usai menjalani sidang Peninjauan Kembali (PK) mendapat respons tegas dari pemerintah.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan langsung memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.
Melalui pernyataan resmi, Kasubdit Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengungkapkan bahwa Menteri Imipas Agus Andrianto telah menginstruksikan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
“Pemeriksaan dilakukan mulai dari kepala lapas, kepala pengamanan, hingga petugas yang mengawal narapidana,” ujarnya.
Langkah ini diambil menyusul beredarnya video yang memperlihatkan narapidana tersebut berada di kedai kopi, diduga setelah menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Kendari. Peristiwa ini memicu sorotan publik terkait pengawasan terhadap warga binaan, khususnya dalam kasus tindak pidana korupsi.
Saat ini, proses pemeriksaan tengah berlangsung dan melibatkan tim gabungan dari Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Sat Ops Patnal) Ditjenpas. Penelusuran dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap narapidana maupun petugas pengawal.
Rika menegaskan, jika ditemukan adanya pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai aturan yang berlaku. Tidak hanya berupa hukuman administratif, tetapi juga bisa berujung pada pencopotan jabatan bagi pejabat terkait, termasuk di lingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tenggara.
“Jika terbukti melanggar, akan ditindak tegas sesuai ketentuan, hingga pencopotan jabatan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga membuka kemungkinan pemberian sanksi kepada narapidana jika terbukti melanggar prosedur selama proses pengawalan.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenimipas turut mengapresiasi peran masyarakat yang aktif melakukan kontrol sosial sehingga kasus ini terungkap ke publik.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu melakukan pengawasan. Dukungan ini penting untuk memastikan pembinaan warga binaan berjalan sesuai aturan,” tambah Rika.
Sebelumnya, insiden ini mencuat setelah video narapidana kasus pertambangan asal Kolaka Utara terlihat berada di coffee shop bersama petugas pengawal. Kejadian itu terjadi usai yang bersangkutan mengikuti sidang PK, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terkait standar pengamanan tahanan di luar rutan.
Editor : Firda Rachmawati

