Hendak Cari Sumber Bau Tak Sedap, Warga Cikalongwetan Temukan Bunga Bangkai Setinggi 20 Sentimeter

Warga Kampung Warung Domba RT 02/01, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihebohkan dengan penemuan bunga bangkai setinggi kurang lebih 20 sentimeter.

Hendak Cari Sumber Bau Tak Sedap, Warga Cikalongwetan Temukan Bunga Bangkai Setinggi 20 Sentimeter
Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Warga Kampung Warung Domba RT 02/01, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, kabupaten bandung barat (KBB) dihebohkan dengan penemuan bunga bangkai setinggi kurang lebih 20 sentimeter.

Penemuan bunga dengan nama ilmiah Amorphophallus Titanum itu pertama kali terlihat di pekarangan rumah dan langsung menyedot perhatian warga sekitarnya lantaran adanya bunga yang mengeluarkan bau tidak sedap ini baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.

"Seumur saya tinggal di sini baru sekarang nemuin adanya bunga bangkai, jadi aneh juga," kata warga yang menemukan pertama kali bunga bangkai tersebut, Wiwiek Wikana (66), Kamis 8 Juni 2023.

Wiwiek menjelaskan, bunga bangkai itu pertama kali ditemukan saat dirinya sedang membabat pohon pandan di pekarangan rumahnya yang berukuran setengah lapangan basket di pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB.

"Itu dilakukan karena dalam beberapa hari tercium bau bangkai seperti yang bersumber dari binatang mati," jelasnya.

Saat tengah membabat daun pandan yang sudah menumpuk, tiba-tiba dirinya melihat ada daun berbentuk aneh.

"Makin lama-makin jelas jika itu daun bunga bangkai yang jadi sumber bau menyengat tidak sedap," ujarnya  yang juga Ketua RW 1 Kampung Warung Domba, Desa Mandalamukti.

Akhirnya, kabar adanya bunga bangkai tersebut menyebar dan membuat warga sekitar berdatangan karena penasaran.

"bunga bangkai itu ketutup rungkun (tumpukan) daun pandan, untung aja gak kesabet saat dibabat. Tingginya sekitar 20 sentimeter dan usianya diperkirakan sudah dua minggu," terangnya.

Saat ini, ungkap dia, bunga bangkai tersebut ditutupi oleh kurung ayam agar tidak dirusak anak-anak atau warga yang melihat.

Pasalnya, kemunculan bunga bangkai itu dianggap sebagai fenomena yang aneh karena dirinya tidak pernah menanamnya dan di wilayahnya belum pernah muncul sebelumnya.

"Paling sekarang diliat perkembangannya, kalau dilaporkan ke desa atau kecamatan enggak. Cuma baunya sudah tidak terlalu menyengat," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana