Hengki Kurniawan Tanggapi Persoalan Sarpras Pendidikan di Sekolah yang Rusak di KBB
Sejak pandemi pada 2020, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring sehingga ruang kelas di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak terawat lantaran jarang digunakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sejak pandemi pada 2020, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring sehingga ruang kelas di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak terawat lantaran jarang digunakan.
Akibatnya, di KBB itu tak sedikit ruang kelas sekolah yang mengalami kerusakan baik ringan, sedang, maupun berat.
Berdasarkan data Disdik KBB, rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas sekolah pada tahun 2021 di KBB sudah dilakukan sebanyak 127 ruang terdiri dari 59 ruang SD dan 68 ruang SMP.
Menanggapi persoalan tersebut, Pemda KBB menyebut pihaknya telah memprioritaskan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya, terlebih yang berada di pelosok desa.
Hal itu dilakukan mengingat sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal penting dalam mendukung proses kegiatan belajar mengajar.
“Tentunya, ini sudah jadi perhatian kita bersama, bagaimana fasilitas pendidikan yang merata diharapkan bisa meningkatkan mutu pendidikan bagi semua warga di KBB," kata Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Jumat 19 Mei 2023.
"Alhamdulillah secara bertahap perbaikan ruang kelas setiap tahun kami lakukan,” sambungnya.
Hengki menilai, jika fasilitas pendidikan dalam keadaan baik, maka secara otomatis akan berdampak pada pembentukan dan peningkatan mutu pada sumber daya manusia (SDM) yang cerdas serta berkualitas.
“Sudah seharusnya sektor pendidikan ini diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu, saya juga minta di Dapodik data harus dibuat se-riil mungkin. Input semua data mana saja yang harus diprioritaskan perbaikannya,” bebernya.
Hengki Kurniawan menambahkan, perbaikan dan pembangunan ruang kelas bakal dilanjutkan pada 2024 dengan sumber pendanaan dari APBD dan APBN.
“Selama tiga tahun terakhir sudah 942 ruang kelas yang direhabilitasi dan dibangun. Baik sumber anggarannya berasal dari APBD KBB, provinsi maupun pusat. Harapannya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2024 lebih maksimal,” bebernya.
Kemudian pada tahun 2022, sebanyak 259 ruang kelas dibangun dan diperbaiki, terdiri dari 154 ruang SD dan 105 ruang SMP.
“Dan tahun 2023 diperbaiki dan dibangun 556 ruang kelas. Rinciannya 389 ruang SD dan 167 ruang SMP,” sebut Kepala Disdik KBB Asep Dendih.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

