Imas Sumiati Apresiasi Langkah Bakesbangpol Kota Bandung Bekali Kelompok Geng Motor Ideologi Pancasila

Dosen Prodi Administrasi Publik Fisip Unpas yang juga Koordinator Aseor Kompetensi LSP P1 Unpas, Dr. Imas Sumiati, Dra.M.Si.AHRP.CPMP mengapresiasi langkah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung yang berinisiatif merangkul kelompok geng motor dan membekalinya dengan pemahaman ideologi Pancasila lewat kegiatan Kemah Pancasila.

Imas Sumiati Apresiasi Langkah Bakesbangpol Kota Bandung Bekali Kelompok Geng Motor Ideologi Pancasila
Dosen Prodi Administrasi Publik Fisip Unpas yang juga Koordinator Aseor Kompetensi LSP P1 Unpas, Dr. Imas Sumiati, Dra.M.Si.AHRP.CPMP (Foto Istimewa)

INILAHKORAN,Bandung- Dosen Prodi Administrasi Publik Fisip Unpas yang juga Koordinator Aseor Kompetensi LSP P1 Unpas, Dr. Imas Sumiati, Dra.M.Si.AHRP.CPMP mengapresiasi langkah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung yang berinisiatif merangkul Kelompok Geng Motor dan membekalinya dengan pemahaman Ideologi Pancasila lewat kegiatan Kemah Pancasila.

Imas Sumiati yang didapuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Kemah Pancasila itu pun berharap kegiatan Kemah Pancasila dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan dengan melibatkan instansi atau lembaga lainnya.

Menurut Imas, kegiatan Kemah Pancasila yang diselenggarakan Bakesbangpol Kota Bandung hendaknya menjadi agenda rutin yang terus berkesinambungan. Bahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kewajiban Bakesbangpol semata tetapi semua stakeholder termasuk unsur pentahelix.

"Sungguh momen yang menyenangkan berada di tengah-tengah mereka. Ada begitu banyak fakta menarik yang saya temukan ketika saya berbicara dengan para peserta yang notabenenya para anggota geng motor itu," ungkap Imas kepada Inilah Koran beberapa waktu lalu.

Imas mengungkapkan, menanamkan Ideologi Pancasila merupakan langkah yang harus terus digelorakan. Jangan sampai ada kekosongan yang kemudian dapat berdampak tidak baik. Sehingga pengenalan Pancasila harus tersu bergelora di semua sektor, termasuk pada Komunitas kelompok bermotor.

"Menanamkan Ideologi Pancasila itu menurut saya sebuah keharusan. Bukan hanya pada kelompok Komunitas tertentu seperti Kelompok Geng Motor yang dilakukan oleh Bakesbangpol. Tetapi semua kelompok di berbagai satuan. Bahkan lembaga lainnya juga harus dapat bergerak bersama dan seirama untuk sama-sama menggelar kegiatan serupa," tegas Imas.

Lebih lanjut Imas mengungkapkan, edukasi yang tepat dan cara penyampaian yang juga dapat diterima menjadi peluang besar bagaimana kemudian nilai-nilai Pancasila dapat dicerna dan diimplementasikan. Hal itu tak lain berkaca pada kegiatan Kemah Pancasila yang menurut Imas, cukup dapat diterima peserta yang notabenenya anggota geng motor.

"Berkaca pada pengalaman saya ketika menyampaikan materi dalam kegiatan Kemah Pancasila beberapa waktu lalu. Ternyata, anak-anak yang tergabung dalam Kelompok Geng Motor itu juga merupakan anak-anak yang baik, anak-anak yang sebenarnya hanya kecewa dan sebagian besar dari mereka merupakan pribadi-pribadi yang ingin berubah dalam kebaikan. Namun karena berbagai alasan, mereka selama ini nyaris tidak tersentuh untuk diajak berbicara atau diskusi bareng. Maka lewat Kemah Pancasila itu menjadi momentum bagaimana kemudian kita dapat mendengarkan dengan bahasa hati bagaimana mereka sebenarnya," paparnya.

Merujuk pada hasil kegiatan itu pula, lanjut Imas, dirinya sangat berharap kegiatan-kegiatan Kemah Pancasila dapat terus digelorakan seluruh stakeholder  di masa mendatang. Dia meyakini hal itu akan mampu membawa perubahan besar khususnya terhadap prilaku kalangan generasi muda di masa mendatang.***


Editor : Ghiok Riswoto