Imbas Bencana Longsor di Kecamatan Gununghalu, PJU di 10 Titik Sempat Mati Total
Imbas bencana tanah longsor di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak hanya memutus akses jalan penghubung KBB-Cianjur di Desa Sindangjaya. Namun juga merusak fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di 10 titik, 6 diantaranya tertimbun longsor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Imbas bencana tanah longsor di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak hanya memutus akses jalan penghubung KBB-Cianjur di Desa Sindangjaya. Namun juga merusak fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di 10 titik, 6 diantaranya tertimbun longsor.
Berdasarkan data BPBD KBB dampak longsor tersebut mengakibatkan jalan penghubung KBB-Cianjur di Desa Sindangjaya tergerus dan material tanah menutup akses jalan utama hingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.
Jumlah jiwa yang terdampak 57 KK 155 jiwa dan 4 rumah rusak berat, 7 rumah rusak ringan serta sebanyak 42 rumah milik warga terancam hingga sebagian warga harus mengungsi.
Tak hanya itu, lanjut Meidi, lahan persawahan warga seluas 50 hektare tertimbun hingga petani mengalami gagal panen. Bahkan jaringan listrik sempat terputus, sedangkan di Desa Bunijaya 3 rumah rusak ringan akibat diterjang longsor.
Sementara itu, di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga ada 2 rumah rusak berat, 1 rumah rusak ringan, dan 9 rumah terancam, sehingga di lokasi ini juga perlu ada percepatan penanganan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB melalui Kepala Bidang Teknik Prasarana, Herry Arifin mengatakan, bencana tanah longsor yang terjadi di Sindangjaya dan Cilangari menyebabkan 6 PJU terkubur.
"Dampaknya membuat 25 PJU di sepanjang ruas Jalan Cilangari-Gununghalu sempat mengalami mati total," kata Herry saat dikonfirmasi, Minggu 26 Mei 2024.
Herry menjelaskan, hanya satu panel kontrol yang terdiri dari 25 titik PJU yang sempat mengalami mati total. Namun tak berlangsung lama lantaran langsung ditangani.
"Yang tidak terdampak langsung longsor sudah kembali menyala," ucapnya.
"Tapi memang ada beberapa yang masih dalam perbaikan terutama yang perlu penggantian komponen," jelasnya.
Kendati begitu, sambung Herry, pihaknya masih berupaya untuk memfungsikan PJU yang masih bisa digunakan atau dinyalakan baik yang dari arah Cilangari maupun dari arah Gununghalu.
Sementara itu, untuk PJU yang terdampak saat ini sebagian sudah dilakukan pengaman, kecuali yang masih tertimbun oleh longsoran.
"Tiangnya tidak ada yang patah tapi hanya bengkok saja. Kerusakan pada bagian panel," ujarnya.
"Untuk PJU yang terdampak longsor belum setahun terpasang. Merupakan pengadaan
tahun 2023," sambungnya.
Diketahui, Kepala Dinas Dishub KBB, Fauzan Azima mengatakan, tahun 2023 terpasang PJU di 5.893 titik cahaya tersebar di 16 kecamatan.
Seluruh PJU tersebut terpasang di sepanjang 235,72 kilometer. Sementara untuk pemasangan PJU dikerjakan selama tujuh bulan. Dimulai Juni dan selesai Desember 2023.
"Pemasangan di setiap 40 meter. Dengan terpasangnya hampir 6.000 PJU maka ruas jalan kabupaten di 165 desa akan lebih terang," ujarnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


