Incumbent PDIP Beda Versi Aturan Calon Ketua Dewan.
Dua incumbent anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari PDIP masing-masing Aan Setiawan dan Rudiana, mulai berebut pengaruh untuk bisa duduk sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Dua incumbent anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari PDIP masing-masing Aan Setiawan dan Rudiana, mulai berebut pengaruh untuk bisa duduk sebagai ketua DPRD Kabupaten Cirebon.
Wajar saja, karena dipastikan, pemilu tahun ini PDIP Kabupaten Cirebon memperoleh 13 kursi. Artinya, dengan perolehan kursi terbesar, posisi ketua DPRD Kabupaten Cirebon adalah milik PDIP Kabupaten Cirebon.
Namun anehnya, antara Aan dan Rudiana berbeda pendapat terkait besarnya potensi incumbent menjadi ketua dewan. Menurut Aan, semua anggota DPRD dari PDIP hasil pemilu 2024-2029 ini, berpotensi sama untuk dipilih DPP menjadi ketua dewan. Hal itu karena, semua keputusan akan ditentukan oleh DPP. Artinya, semua mempunya hak yang sama menjadi ketua dewan.
"Tidak harus dari incumbent PDIP karena semua punya hak yang sama. Ya berjuang masing-masing bagaimana caranya bisa dipilih ketua DPP menjadi ketua DPRD kabupaten Cirebon," kata Aan, Minggu 12 Maret 2024.
Namun menurut politisi yang akan memasuki periode ke lima ini, DPP PDIP perlu mempertimbangkan banyak hal. Termasuk pengalaman dalam menangani pemerintahan dan kemampuan untuk mensinkronkan semua fraksi yang ada di DPRD. Artinya, kata Aan, calon ketua DPRD tak harus dari incumbent.
“Tidak perlu dari incumbent saja, kan ada yang barangkali sudah pernah menangani pemerintahan. Misalnya calon legislatif yang pernah menjadi Kuwu, itu juga bisa,” tambahnya.
Aan malah manyebut nama Lukman dan Muchidin yang memperoleh suara yang cukup signifikan. Bahkan, Muchidin yang nota bene adiknya Bupati Cirebon, sekaligus Imron juga menjadi ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, merupakan calon potensial. Namun, keputusan akhir masih menunggu keputusan dari DPP atau DPD PDIP.
“Makanya tergantung dari pada DPP atau DPD menyikapi hal ini semua. Mana-mana yang menjadi prioritas. Apakah yang sudah berpengalaman lima kali seperti saya misalnya, itu juga bisa jadi. Atau Rudiana karena pernah menjadi wakil ketua DPRD, itu juga bisa,” ungkapnya.
Namun, pernyataan Aan in justru berbanding terbalik dengan Wakil ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Rudiana. Politisi PDIP yang saat ini terpilih 4 periode ini, sebelumnya menyebut bahwa calon ketua DPRD harus berasal dari incumbent.
Tentunya nama-nama incumbent tersebut merujuk kepada dirinya sendiri, Rohayati, dan Aan Setiawan yang berhasil kembali menduduki kursi di DPRD Kabupaten Cirebon.
Hal itu, terlepas dari adanya caleg dari PDIP lainnya yang berhasil meraih suara tertinggi. Caleg tersebut kemungkinan tidak bisa menjadi ketua dewan.
"Aturannya tidak begitu. Bukan anggota dewan yang mendapatkan suara terbanyak tapi harus anggota dewan incumbent. Kami hanya menyisakan tiga orang kelihatannya,” ucapnya.
Meski demikian, selain nama-nama tersebut, juga muncul dua nama yang juga dipastikan berhasil menang Pileg 2024, yakni Sekretaris DPC PDIP, Sophi Zulfia dan Muchidin adik kandung ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon yang juga menjabat Bupati Cirebon, Imron. Kedua nama tersebut juga berhasil meraih suara yang signifikan di Dapilnya (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

