Indonesia Jajaki Teknologi Jepang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Limbah elektronik dan baterai bekas menyimpan potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Di balik barang-barang yang tak lagi terpakai, terdapat material bernilai yang berpeluang diolah kembali menjadi bahan baku industri. Sementara itu, pengembangan bioetanol membuka peluang lain untuk mencari sumber energi alternatif.
Peluang tersebut tengah dijajaki Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui rencana kerja sama dengan Jepang. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan teknologi daur ulang limbah elektronik dan baterai bekas, pengolahan limbah plastik, serta bioetanol sebagai energi alternatif.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan Indonesia perlu bergerak cepat dalam merespons tantangan energi. Pengembangan teknologi membutuhkan dukungan riset sekaligus keterlibatan mitra industri agar hasil penelitian dapat diterapkan sesuai kebutuhan nasional.
“Kita harus berpikir cepat, Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai negara untuk mengembangkan industri kita,” kata Brian dalam keterangan di Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (29/10).
Salah satu peluang yang dibahas adalah pemulihan material dari baterai bekas. Melalui teknologi daur ulang, material bernilai yang terkandung di dalamnya berpotensi diambil kembali untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri.
Namun, pengembangan teknologi tersebut masih menghadapi tahapan penelitian. Executive Director of the Technology and Innovation Strategy Center (TSC), New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang, Kikuo Kishimoto, menjelaskan bahwa penelitian untuk memulihkan material dari baterai masih berada pada tahap awal.
Meski demikian, pihaknya terbuka terhadap pengembangan teknologi yang dapat mendukung kebutuhan Indonesia. Penjajakan ini menjadi peluang untuk mempertemukan kebutuhan nasional dengan pengalaman dan kemampuan riset yang dimiliki mitra Jepang.
Pembahasan juga mencakup pengolahan limbah plastik melalui pendekatan upcycling, yakni mengubah material bekas menjadi produk dengan nilai guna lebih tinggi. Salah satu contoh yang dibicarakan adalah pemanfaatan botol plastik bekas menjadi material yang dapat digunakan kembali dalam proses industri. (gin)
Editor : Inilahkoran

