Ini Alasan PT PBB Naikan Harga Tiket Laga Persib vs Persija

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) akhirnya angkat bicara mengenai alasannya menaikkan harga tiket laga Persib vs Persija yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu 11 Januari 2026.

Ini Alasan PT PBB Naikan Harga Tiket Laga Persib vs Persija
Jika sebelumnya tribun timur, utaram dan selatan bisa didapatkan seharga Rp115 ribu, kini di laga Persib vs Persija harga tiket yang dijual mencapai Rp180 ribu. (dok)

INILAHKORAN.ID - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) akhirnya angkat bicara mengenai alasannya menaikkan harga tiket laga Persib vs Persija yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu 11 Januari 2026.

Jika sebelumnya tribun timur, utaram dan selatan bisa didapatkan seharga Rp115 ribu, kini di laga Persib vs Persija harga tiket yang dijual mencapai Rp180 ribu. 

Kenaikan harga juga terjadi pada tribun VIP barat utara dan VIP barat selatan yang sebelumnya hanya Rp175 ribu kini menjadi Rp285 ribu. Sementara untuk tiket tribun VIP bawah yang semula Rp345 ribu kini mencapai Rp565 ribu.

Head of Communications PT PBB Adhi Pratama menjelaskan, kenaikan harga tiket tersebut dilakukan karena adanya penyesuaian harga yang merupakan bagian dari penerapan dynamic pricing yang lazim digunakan dalam industri olahraga profesional.

“Dynamic pricing adalah mekanisme yang umum diterapkan, terutama pada pertandingan dengan permintaan yang sangat tinggi. Di saat yang sama, big match juga membawa konsekuensi pada peningkatan biaya operasional,” ujar Adhi, Selasa 6 Januari 2026.

Selain itu, lanjutnya, peningkatan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengamanan tambahan, pengaturan lalu lintas, penambahan steward, hingga kesiapan teknis dan layanan penonton di dalam stadion.

“Penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan tetap mempertimbangkan keterjangkauan, dengan tujuan utama memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh Bobotoh,” tambahnya.

Adhi tak menampik banyak Bobotoh yang mengeluhkan sulitnya mengakses aplikasi Persib untuk mendapatkan tiket tersebut. Hal itu terjadi karena terjadinya lonjakan akses yang sangat tinggi dalam waktu bersamaan.

“Pada pertandingan seperti ini, jutaan pengguna bisa mengakses aplikasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut tentu berdampak pada performa sistem,” katanya.

Meski demikian, Adhi memastikan bahwa tim manajemen akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan secara bertahap agar layanan kembali stabil.

“Masukan dari Bobotoh menjadi evaluasi penting bagi kami. Ini menjadi bahan pembelajaran agar ke depan kualitas layanan digital Persib semakin siap menghadapi lonjakan animo yang tinggi,” tuturnya.

Namun, Adhi mengatakan di laga itu Persib hanya bisa menjual tiket sebanyak 26 ribu. Angka tersebut ditentukan berdasarkan rekomendasi dari pihak kepolisian serta hasil koordinasi lintas pihak terkait.

“Penetapan jumlah tiket ini bukan semata soal kapasitas, tetapi hasil koordinasi yang matang dengan berbagai pihak. Faktor keselamatan, kenyamanan Bobotoh, serta pengelolaan arus masuk dan keluar stadion menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Adhi pun menyampaikan apresiasinya atas dukungan, kepercayaan, dan kesabaran Bobotoh yang terus mengalir. Menurutnya, hal ini menjadi energi besar bagi Persib Bandung.

“Di saat yang sama, ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan, baik di stadion maupun melalui layanan digital,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani