Inikah yang Jadi Penyebab Bupati Bogor Dicokok OTT KPK?
Pengamat Yusfitriadi mengungkap dugaan penyebab terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor Ade Yasin. Apa saja?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Pengamat Yusfitriadi mengungkap dugaan penyebab terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor Ade Yasin. Apa saja?
Yusfitriadi, pengamat politik dan kebijakan publik Kabupaten Bogor itu menyatakan peristiwa ini sangat memprihatinkan. Dia menilai penangkapan Bupati Bogor Ade Yasin ini sebagai bukti krisis kepemimpinan di Kabupaten Bogor.
Yusfitriadi menyebutkan ada beberapa hal yang menjadi respon atas OTT Bupati Bogor Ade Yasin. Salah satunya adalah dugaan penyebab yang memicu penangkapan Ade Yasin.
“Pertama, ada dua temuan BPK yang sampai saat ini belum jelas ujungnya,” katanya di Bogor, Rabu 26 April 2022.
Baca Juga: Hattrick Bupati Bogor Dijerat KPK, Pengamat: Seluruh Jagad Raya Kaget!
Dia mengaku pernah menungkapkan hal ini kepada wartawan, yakni temuan BPK terkait dengan penggunaan anggaran yang belum ada pertanggungjawabannya dan temuan BPK terkait indikasi penggunaan dana fiktif pada Festival Bogor and Tourism di Batam.
“Apakah OTT ini adalah upaya negosiasi dalam kasus ini atau bukan?” ujarnya.
Kedua, dia juga pernah menyampaikan bahwa program unggulan Ade Yasin, satu milyar satu desa (Sami Sade) berpotensi menjadi temuan BPK. Selain masalah payung hukumnya yang masih belum clear and clean, juga terkait masalah penggunaannya di lapangan.
Baca Juga: Rumah Dinas Ade Yasin Dijaga Dua Satpol PP, Pemkab Bogor Mendadak Sepi
“Apakah OTT ini juga menyangkut adanya temuan dalam program Sami Sade tersebut?” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, KPK menangkap Bupati Bogor Ade Yasin terkait dengan kasus dugaan suap.
"Benar, tadi malam sampai Rabu (27/4) pagi, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Selain Bupati Bogor, kata dia, beberapa pihak yang turut ditangkap, di antaranya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat dan pihak terkait lainnya.
Baca Juga: Selain Uang, KPK Amankan Beberapa Barnag Bukti saat OTT Ade Yasin
Ali mengungkapkan kegiatan tangkap tangan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap.
Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang telah ditangkap tersebut.
"KPK masih memeriksa pihak-pihak yang ditangkap tersebut dan dalam waktu 1 x 24 jam, KPK segera menentukan sikap atas hasil tangkap tangan dimaksud," ucap Ali.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa KPK turut mengamankan sejumlah uang dan barang bukti lainnya saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor Ade Yasin.
Baca Juga: Gegara Terjaring OTT KPK, Ade Yasin Batal Ketemu Dubes Hungaria
"Benar, KPK sedang melakukan giat tangkap tangan di wilayah Bogor, Jawa Barat, telah mengamankan beberapa pihak dari Pemerintah Kabupaten Bogor, pemeriksa BPK, dan rekanan serta sejumlah uang serta barang bukti lainnya," kata Nurul Ghufron.
Menurut Ghufron, saat ini, para pihak yang ditangkap tersebut masih menjalani pemeriksaan.
"Kami sedang melakukan pemeriksaan. Setelah selesai, nanti akan kami sampaikan detail kasusnya," ucap Ghufron. (reza zurifwan)
Editor : inilahkoran


