Integritas Tentukan Masa Depan

Integritas Tentukan Masa Depan
MUNAS BEM: Mendiktisaintek Brian Yuliarto (kedua kiri) menyampaikan pidato dalam Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XI

INILAH, Jakarta - Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah. Dari hasil tambang hingga potensi energi terbarukan, negeri ini memiliki banyak modal untuk melangkah menjadi bangsa maju.

Namun, bagi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, ada satu modal yang jauh lebih menentukan masa depan Indonesia, yakni manusia yang berintegritas.

Karena itu, Brian mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Brian mengatakan pengalaman berorganisasi di lingkungan kampus, terutama melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), menjadi ruang penting untuk membentuk kepemimpinan, kemampuan berkoordinasi, dan pengambilan keputusan.

Kemampuan tersebut, menurutnya, akan menjadi bekal ketika para mahasiswa kelak terlibat mengelola negara yang memiliki jumlah penduduk besar dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Saya tahu teman-teman mahasiswa ini adalah generasi yang sangat kritis, silakan dilanjutkan, karena memang kita butuh orang-orang yang kritis, yang punya kepedulian terhadap negara kita,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA.

Brian menilai, di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat, Indonesia dituntut mampu membaca setiap peluang dengan cermat. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki harus mampu diolah agar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Salah satu potensi yang disorotinya adalah pengembangan bioetanol berbahan baku hasil pertanian sebagai energi alternatif. Menurutnya, inovasi tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui riset dan kolaborasi perguruan tinggi.

Namun, dia menegaskan, tantangan terbesar bangsa bukan hanya soal teknologi atau sistem. Yang lebih penting adalah menghadirkan manusia yang memiliki kapasitas, profesionalisme, dan integritas. Bagi Brian, integritas adalah fondasi kepercayaan yang tidak boleh ditukar dengan apa pun. (gin) 


Editor : Inilahkoran