Membangun Kedaulatan dari Sebuah Chip
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Di balik benda-benda kecil seperti paspor elektronik, kartu identitas digital, hingga e-SIM, tersimpan teknologi yang kini menjadi rebutan banyak negara: chip semikonduktor.
Komponen mungil itu tak lagi sekadar rangkaian elektronik, melainkan penentu daya saing, keamanan, dan kedaulatan sebuah bangsa. Indonesia pun mulai menapaki jalan tersebut.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam membangun industri semikonduktor nasional.
Menurutnya, kampus bukan hanya tempat melahirkan lulusan, tetapi juga pusat riset dan inovasi yang mampu menggerakkan teknologi strategis Indonesia.
Hal itu disampaikan Brian saat peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih, sebuah fasilitas yang menjadi langkah awal pengembangan ekosistem semikonduktor nasional.
Menurutnya, peluncuran tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Tahapan berikutnya harus diisi dengan proses validasi, pilot project, hingga produksi massal agar desain chip benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan nasional.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan teknologi strategis nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (29/7).
Brian mengapresiasi sejumlah perguruan tinggi yang telah terlibat dalam pengembangan Sandbox Desain Chip Merah Putih bersama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).
Kolaborasi itu dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem semikonduktor yang selama ini masih didominasi negara-negara maju.
Pada saat yang sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga mulai menyiapkan sumber daya manusia. Sekitar 1.500 lulusan telah mengikuti pelatihan desain chip sebagai bagian dari upaya melahirkan talenta semikonduktor Indonesia.
Harapannya, Indonesia kelak mampu memproduksi chip sendiri untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari e-paspor, e-KTP, hingga e-SIM.
“Semikonduktor saat ini tidak hanya sekadar komponen elektronik, tetapi menjadi fondasi daya saing ekonomi, pertahanan, dan bahkan kedaulatan teknologi suatu bangsa,” ujarnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

