INTER 3-2 NAPOLI: Bravo Lautaro

LAUTARO Martinez kembali membuktikan dirinya bukan sekadar penyerang tajam melainkan jiwa dan detak jantung Inter Milan.

INTER 3-2 NAPOLI: Bravo Lautaro
Net

Oleh: Bsafaat

Nerazzurri nyaris menuai malu saat menjamu Napoli di Giuseppe Meazza, Minggu (6/9) dini hari WIB. Hingga menit ke-53, papan skor 0-2 untuk keunggulan tim tamu.

Hanya dalam rentang tiga menit selepas turun minum, gawang Inter Milan bobol dua kali oleh Matteo Politano dan Rasmus Hojlund. Wajahwajah di tribun penonton tampak lesu, sebagian mulai menunduk, meratapi awal musim yang terancam ternoda.

Namun, di tengah kepanikan yang sunyi itu, seorang pria dengan ban kapten melingkar di lengannya menolak untuk menyerah. Lautaro Martinez, sang penyerang berjuluk El Toro, tidak membiarkan rekan-rekannya larut dalam penyesalan. Ia berteriak, menepuk dada, dan meminta bola.

Bagi Lautaro, laga malam itu bukan sekadar perburuan tiga poin. Ini adalah tentang pembuktian komitmen dan cinta setelah seminggu penuh diterpa rumor transfer. Ketika klub raksasa lain mengetuk pintunya, ia dengan bangga memilih bertahan di Milan.

Dan di atas rumput San Siro yang sakral, ia menunjukkan mengapa keputusan itu lahir dari hati.

Hanya butuh tiga menit setelah gol kedua Napoli bagi Lautaro untuk menyalakan kembali api harapan. Menyambut umpan tarik presisi dari Federico Dimarco, ia melepaskan sontekan dingin yang mengoyak jala Alex Meret.

Gol itu tidak dirayakan dengan gaya egois. Lautaro langsung memungut bola dari dalam gawang, berlari ke tengah lapangan, dan melambaikan tangan ke arah tribun. Pesannya jelas: “Percayalah, kita belum selesai.” Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, skenario terindah sepak bola tercipta pada menit ke-90+1. Terjadi kemelut di depan gawang Napoli. Di tengah kepungan para bek lawan, naluri predator Lautaro bekerja.

Dengan satu sambaran cepat memanfaatkan sodoran Manuel Akanji, bola bersarang telak di pojok bawah gawang.

San Siro meledak dalam euforia tak terkendali.

Meluapkan emosi yang membuncah, Lautaro berlari kencang menuju papan iklan pembatas lapangan.

Tanpa ragu, ia memanjat pagar pembatas ikonik tersebut untuk merengkuh para pendukung setianya secara langsung. Menariknya, Thuram yang biasanya enggan dan takut memanjat pembatas itu, kali ini ikut melompat menyusul sang kapten.

“Marcus ikut dengan saya hari ini,” seloroh Lautaro usai laga dengan senyum lebar seperti dikutip dari GOAL.

“Dia selalu bilang saya gila karena naik ke sana karena dia takut, tetapi kali ini dia datang bersama saya.

Kami sempat tertinggal dan berhasil membalikkan keadaan, mentalitas inilah yang kami miliki sekarang.” Malam yang emosional itu kian sempurna karena dwigol tersebut membawa Lautaro menembus 134 gol di Serie A bersama Inter Milan. Catatan ini membuatnya resmi melewati legenda Stefano Nyers dan menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub di liga domestik.

Namun, bagi para Interisti, Lautaro malam itu bukan sekadar angka atau statistik di atas kertas. Ia adalah simbol dari sebuah keteguhan jiwa. Ketika badai datang dan timnya tertinggal, ia berdiri paling depan sebagai tameng sekaligus ujung tombak.

Lautaro Martinez telah mengukir namanya bukan hanya di buku rekor, tetapi di hati setiap orang yang meneriakkan namanya di San Siro.

Rekor Sementara itu, statistik Opta mengemukakan, Inter Milan baru pertama kalinya bisa mengalahkan Napoli di kompetisi liga setelah tertinggal dua gol lebih dulu.

Sebagai tambahan, Napoli hanya untuk kali kedua dalam sejarah klub berakhir tumbang usai unggul dua gol.

Sebelumnya, klub Naples itu menderita kekalahan 3-5 dari Torino pada 1942 atau lebih dari 80 tahun silam.

“Tadi itu adalah sebuah laga yang hebat untuk disaksikan, menghibur, dan sebuah iklan yang fantastis untuk sepakbola Italia,” ucap pelatih Inter Cristian Chivu dilansir FCInter1908.

“Kami seharusnya bisa mengatasi gol pertama dengan lebih baik, dan kebobolan gol kedua tadi adalah konsekuensi karena terlalu banyak mikir mengenai apa yang keliru dengan kebobolan gol pertama. Tapi saya menyukai reaksinya. Tim tidak kehilangan ketenangan dan menjaga identitas.” Dengan tambahan tiga poin ini, Inter Milan menempati singgasana klasemen Liga Italia dengan sembilan poin hasil tiga pertandingan. Napoli terperosok ke peringkat 13 dengan tiga poin usai dua kali kalah. (bsf)

DATA FAKTA 
Waktu: Sabtu (5/9) ; Kick Off Pukul 23.00 WIB 
• Tempat: Stadion Giuseppe Meazza, Milan ` 
• Wasit: S Sozza • Man of the Match: Lautaro Martinez 
• Pencetak Gol:Inter (Lautaro 56’,82’, 90+1’) ;Napoli (Politano 50’,Hojlund  53’) 
• Kartu Kuning: Inter (Lautaro) ; Napoli (A Vergara, Marin) 
• Kartu Merah: -


Editor : Inilahkoran