Perjudian Gagal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
KEPUTUSAN berani Vincent Kompany memarkir Harry Kane di bangku cadangan menjadi buah bibir setelah Bayern Muenchen ditahan imbang Schalke 04, Minggu (6/9) dini hari WIB.
Bagi seorang striker kelas dunia yang terbiasa menjadi titik pusat serangan, melihat pertandingan dari pinggir lapangan dengan rompi latihan adalah sebuah pemandangan yang tidak biasa.
Namun, dalam laga intensif pekan kedua Bundesliga musim 2026/27 tersebut, Kompany memilih pendekatan berbeda yang langsung memicu perdebatan hangat di kalangan pendukung Die Roten.
Sejak mendarat di Bavaria, Harry Kane hampir selalu menjadi nama pertama yang ditulis dalam daftar susunan pemain. Namun, setelah jadwal padat termasuk laga DFB-Pokal melawan VfL Osnabrück beberapa hari sebelumnya, Kompany memilih untuk mengistirahatkan sang kapten timnas Inggris.
Kamera pertandingan berulang kali menyorot ekspresi Kane di bangku cadangan. Tidak ada amarah yang meledak-ledak, melainkan tatapan fokus, sesekali diselingi diskusi kecil dengan rekan setimnya.
Sebagai profesional sejati, Kane menunjukkan kedewasaan, meski ambisinya untuk selalu mencetak gol jelas tidak bisa disembunyikan saat melihat rekan-rekannya kesulitan membongkar pertahanan rapat Schalke.
Bagi Bayern, hasil imbang tanpa gol lebih dari sekadar ganjalan kecil bagi.
Ini menandai berakhirnya era efisiensi ofensif yang benarbenar luar biasa.
Bayern berhasil menjebol gawang lawan dalam 59 pertandingan kompetitif beruntun sebelum lawatan ini ke Gelsenkirchen. Rentetan luar biasa ini bermula sejak Juli 2025, ketika mereka kalah 2-0 dari Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub.
Merefleksikan jalannya pertandingan dan peluang yang terlewat untuk memperpanjang rekor tersebut, Vincent Kompany mencatat bahwa timnya tidak memiliki intensitas berkelanjutan yang dibutuhkan untuk membongkar pertahanan rendah.
Sang manajer mengamati: “Setiap pertandingan punya ceritanya sendiri. Cerita kami adalah kami tidak mencetak gol dan lawan pulang tanpa melepaskan satu tembakan pun. Tetapi itu tidak boleh mengurangi apa pun dari Schalke. Saya sudah sering melihat pertandingan seperti ini. Anda membutuhkan tekanan selama 90 menit melawan pertahanan seperti ini sampai mereka retak.
Kami tidak benar-benar berhasil melakukannya hari ini karena kami beberapa kali menurunkan tempo permainan.” (bsf)
Editor : Inilahkoran

