Ironi Kemiskinan Turun, Ribuan Warga Kota Bandung Butuh Uluran Tangan

Dinsos Kota Bandung terus berupaya melakukan pemberdayaan tak hanya memberikan bantuan sosial kepada warga

Ironi Kemiskinan Turun, Ribuan Warga Kota Bandung Butuh Uluran Tangan
Dinsos Kota Bandung memberikan bantuan untuk memberdayakan warga Kota Bandung yang mengalami penurunan desil. Di satu sisi tingkat kemiskinan di Kota Bandung turun, di sisi lain tingkat kehilangan pekerjaan meningkat.

INILAHKORAN.ID - Ribuan warga Kota Bandung kini menghadapi kenyataan pahit dari semula berada di desil menengah, mereka terperosok ke desil bawah bahkan masuk kategori miskin ekstrem. Kehilangan pekerjaan, pasangan atau sumber penghidupan membuat mereka harus berjuang lebih keras sekadar bertahan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa menegaskan, pemerintah hadir mendampingi mereka. 

“Kami terus berupaya memberikan pemberdayaan, dan bantuan sosial agar warga yang turun desil bisa kembali bangkit,” kata Yorisa Sativa, Jumat (10/4/2026).

Pihaknya menjelaskan, integrasi basis data besar seperti DTKS, Reksosek dan lainnya sedang dilakukan agar bantuan sosial lebih tepat sasaran. Data tersebut, bersifat dinamis sehingga harus terus dimutakhirkan. 

"Target kami margin error bisa ditekan hingga di bawah 10 persen, bahkan mendekati nol dalam enam tahun mendatang,” ucapnya.

Meski angka kemiskinan Kota Bandung secara makro turun dari 3,87 persen pada 2024 menjadi 3,78 persen pada 2025, jumlah warga miskin ekstrem masih tinggi sekitar 90 ribu jiwa. Mereka berasal dari berbagai lapisan, termasuk yang sebelumnya berada di desil 3, 4, 5 bahkan 6. 

Menurut Yorisa, faktor utama penurunan desil adalah guncangan hidup yang datang tiba-tiba. 

“Ada yang kehilangan pekerjaan, ada yang kehilangan pasangan, ada pula yang kehilangan sumber penghidupan. Itu membuat mereka jatuh ke kategori miskin ekstrem,” ujar dia. 

Dinsos Kota Bandung, lanjutnya tidak hanya menyalurkan bantuan. Tetapi juga membuka jalan pemberdayaan. 

“Kami ingin mereka tidak sekadar menerima, tetapi bisa kembali berdiri dengan usaha sendiri. Itu yang sedang kami dorong,” tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti