Italia Vs Turki: Ambisi Azzurri

ITALIA kini dipenuhi pemainpemain muda dengan ambisi yang begitu tinggi. Mereka terus berusaha mengembalikan jati dirinya.

Italia Vs Turki: Ambisi Azzurri
NET

Oleh: Bsafaat

Bagi Roberto Mancini, memimpin Azzurri saat ini terasa seperti merawat sebuah proses penyembuhan.Setelah duka mendalam akibat kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 dan cemoohan suporter sendiri saat dikalahkan Belgia di awal kompetisi, Mancini perlahan membangun kembali fondasi mental anak asuhnya.

Kemenangan telak 4-1 atas Turki di Bursa serta hasil imbang 1-1 yang heroik melawan Prancis di Saint-Denis membuktikan bahwa Italia sedang belajar untuk bangkit.

“Saya tahu anak-anak ini, dengan bekerja, bisa menjadi timnas yang sangat baik.

Kemudian hal-hal akan berjalan lebih baik atau lebih buruk, tetapi kami berkembang dengan baik,” ungkap Mancini.

Italia kini menyambut laga selanjutnya, giliran menjamu Turki di Rennato Dall’Arra, Selasa (6/10) dini hari WIB. Di atas kertas, mereka bisa mengulangi hasil serupa dengan kemenangan telak, pekan lalu.

Namun, Mancini menolak pongah. Dia enggan timnya larut dalam euforia hasil impresif dua laga terakhir. Menurutnya, setiap pertandingan menyuguhkan tantangan dan ancaman sendiri.

Eks pelatih Inter Milan ini berharap timnya mengulangi performa solid seperti ketika menahan imbang Prancis 1-1.

Mancini memuji kemampuan skuadnya untuk tetap rapat saat berusaha membangun permainan di bawah pressing ketat Prancis. Meski menyerahkan kendali wilayah permainan, Italia membatasi tim asuhan Zinedine Zidane hanya pada sedikit peluang berkualitas.

Mancini menyoroti bahwa para pemainnya menjalankan setiap instruksi taktis dengan presisi.

“Saya menyukai cara mereka mencoba bermain meski itu tidak mudah melawan tim yang berisi para juara hebat. Kami melakukan dengan baik untuk kebobolan sedikit meski mereka memiliki penguasaan bola lebih banyak,” tegas Mancini Merefleksikan kerangka taktis tim, Mancini menegaskan bahwa mempertahankan pendekatan agresif dan berorientasi menyerang tetap tidak bisa ditawar.

Italia mampu melewati gempuran di babak kedua berkat sejumlah penyelamatan penting dari Gianluigi Donnarumma sebelum melakukan pressing tinggi untuk memaksa kesalahan yang berujung pada gol penyeimbang Bastoni.

Mancini mencatat bahwa membangun konsistensi membutuhkan waktu, tetapi komitmen skuad tetap jelas.

“Kami tahu bahwa ini akan memakan sedikit waktu, tetapi sikapnya harus selalu sama,” tambah Mancini.

Sementara itu, laga ini menyimpan narasi humanis yang tak kalah menyentuh dari kubu lawan. Pelatih Turki, Vincenzo Montella, harus memimpin anak asuhnya datang ke tanah kelahirannya sendiri.

Berdiri di sisi lapangan yang berseberangan dengan lagu kebangsaan Il Canto degli Italiani yang biasa ia nyanyikan adalah sebuah ujian profesionalisme sekaligus emosi.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat emosional bagi saya,” aku Montella jujur.

Turki datang dengan luka setelah dihajar Belgia 3-0 dan kehilangan bintang muda mereka, Arda Güler, akibat cedera. Di sinilah takdir menguji Montella: sebagai seorang pria Italia, ia harus meramu strategi terbaik demi membangkitkan asa bangsa Turki yang sedang terluka di rumahnya sendiri.

Saat Szymon Marciniak meniup peluit tanda mulanya pertandingan nanti, Bologna tidak hanya akan menyaksikan 22 pria mengejar bola kulit. Di sana ada air mata penebusan dosa Italia, senyuman penuh harap generasi baru Azzurri, dan gejolak batin seorang Montella. (bsf)

HEAD TO HEAD • 29/09/26: Turki 1-4 Italia • 05/06/24: Italia 0-0 Turki • 30/03/22: Turki 2-3 Italia • 12/06/21: Turki 0-3 Italia • 16/11/06: Italia 1-1 Turki

5 LAGA TERAKHIR ITALIA • 02/10/26: Prancis 1-1 Italia • 28/09/26: Turki 1-4 Italia • 25/09/26: Italia 0-2 Belgia • 07/06/26: Yunani 0-1 Italia • 03/06/26: Luksemburg 0-1 Italia

5 LAGA TERAKHIR TURKI 02/10/26: • Belgia 3-0 Turki 28/09/26: • Turki 1-4 Italia 26/09/26: • Turki 0-1 Prancis 26/06/26: • Turki 3-1 AS 20/06/26: • Turki 0-1 Paraguay


Editor : Inilahkoran