Jabar Bangun Layanan Kesehatan

Menjadi sehat bukan hanya soal berobat ketika sakit. Lebih dari itu, kesehatan dimulai dari upaya mencegah penyakit, memastikan setiap warga mendapat layanan

Jabar Bangun Layanan Kesehatan
KITA SEHAT: Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan memberikan keterangan dalam peluncuran program KITA SEHAT di Jakarta.

Oleh: Yulianto

INILAH, Bandung - Menjadi sehat bukan hanya soal berobat ketika sakit. Lebih dari itu, kesehatan dimulai dari upaya mencegah penyakit, memastikan setiap warga mendapat layanan dasar yang mudah dijangkau, serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Cara pandang itulah yang kini terus diperkuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di tengah jumlah penduduk yang menjadi terbesar di Indonesia, layanan kesehatan primer dipandang sebagai fondasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (20/7).

Menurut Erwan, transformasi sistem kesehatan harus dimulai dari lapisan paling dekat dengan masyarakat. Penguatan layanan kesehatan primer bukan sekadar memperbaiki kualitas pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari reformasi tata kelola kesehatan agar lebih efektif, merata, dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan dukungan Program KITA SEHAT. Penguatan layanan kesehatan primer ini bukan sekadar meningkatkan kualitas pelayanan, melainkan wujud reformasi tata kelola kesehatan agar lebih efektif, merata, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi Jawa Barat, langkah tersebut menjadi sangat penting. Berbagai tantangan kesehatan masih membayangi, mulai dari percepatan penurunan angka stunting hingga pemenuhan gizi balita. Melalui Program KITA SEHAT, Pemprov berharap transformasi layanan kesehatan dapat berlangsung lebih cepat di seluruh 27 kabupaten dan kota.

Komitmen itu sebenarnya telah dimulai melalui Program Dokter Desa. Lewat program tersebut, tenaga kesehatan ditempatkan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh layanan kesehatan dasar.

Menurut Erwan, semakin dekat pelayanan dengan masyarakat, semakin besar pula peluang mendeteksi penyakit lebih awal dan mencegah berbagai persoalan kesehatan berkembang menjadi lebih berat. (gin)


Editor : Inilahkoran