Jabar Targetkan masuk Tiga Besar Indek Demokrasi Indonesia

Provinsi Jabar menargetkan masuk tiga besar Indek Demokrasi Indonesia (IDI), pada 2023 mendatang.

Jabar Targetkan masuk Tiga Besar Indek Demokrasi Indonesia
Kepala Kesbangpol Jabar, Iip Sudrajat,

INILAHKORAN,Soreang- Provinsi Jabar menargetkan masuk tiga besar Indek Demokrasi Indonesia (IDI), pada 2023 mendatang.

Salah satu upayanya, Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jabar menggelar West Java Forum International for Demokracy di Soreang Kabupaten Bandung dengan mengundang beberapa narasumber dari beberapa negara, Kamis 24November 2022. 

"Kami ingin sharing dengan beberapa negara yang dianggap kehidupan demokrasinya sudah bagus. Meminta saran pendapat mereka, bagaimana mereka berhasil dengan program demokrasi di negaranya," kata Kepala Kesbangpol Jabar, Iip Sudrajat, Jumat 25 November 2022.

Dikatakan Iip, pihaknya sengaja menggelar diskusi tersebut,  karena Indek Demokrasi Indonesia (IDI), di Jabar masih belum maksimal. Meski sebenarnya, dari rangking Jabar lumayan bagus yakni 9 dari sebelumnya 32  dan 29.

"Kami punya target masuk peringkat tiga besar. Salah satu upayanya dengan pertemuan ini. Walaupun beda negara dan juga beda pendekatannya, namun ini akan menjadi sebuah rujukan untuk menghasilkan formulasi yang menjadi ringkasan untuk dilaksanakan di Jabar," ujarnya.

Iip menjelaskan, para narasumber yang hadir langsung ataupun virtual, mereka menceritakan kehidupan demokrasi di negaranya masing-masing. Kata dia, dari paparan mereka, memang kehidupan demokrasi di negaranya memang sudah maju. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, kemajuan ekonomi, kesejahteraan dan lainnya.

"Tapi memang ada hal yang tidak bisa disamaka. Contohnya seperti tadi paparan dari Australia, disana penduduknya 27 juta. Nah di kita di Jabar itu yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) nya saja 33 juta orang, ini juga berdampak pada pendekatan dalam kehidupan demokrasi," katanya.

Iip menjelaskan, IDI ini memeliliki 28 indikator. Salah satunya adalah dari partisipasi politik masyarakatnya. Untuk menjaga kehidupan demokrasi dan partisipasi politik masyarakat ini tetap baik bahkan meningkat, Kesbangpol Jabar sengaja terus melibatkan generasi muda, termasuk para mahasiswa dari berbagai kampus di Jabar.

"Kehidupan demokrasi dan politik itu yang menjadi penerusnya adalah generasi milenial dan generasi Z. Ini penting karena memang populasi penduduk kita ini lebih dari 60 persennya adalah generasi milenial dan generasi z," ujarnya.

Selain partisipasi politik, jelas Iip, IDI juga dinilai multisektor. Dari sisi  dewan salah satu penilaiannya adalah berapa banyak peraturaj daerah (Perda) yang memihak kepada tumbuh kembangnya kehidupan demokrasi. Kemudian, tak hanya legislatif saja, melainkan juga ada dari TNI, Polri, pengadilan, Kejaksaan.

"Nah, kami pilah sesuai bagiannya masing-masing. Makanya ada pokja IDI. Jadi ibaratnya, kedepan itu kalau mau perang itu kami sudah punya tupoksi masing-masing," katanya.

Iip melanjutkan formulasi itu, nantinya akan ditindaklanjuti untuk dilaksanakan oleh kelompok kerja (Pokja) IDI Jabar. Sehingga, langkahnya memiliki sasaran yang kuat, jelas dan mudah tercapai.(rd dani r nugraha).


Editor : Ahmad Sayuti