Jaga Kualitas Hidup Lansia, DP3AP2KB Luncurkan Program Selantang
Program Selantang digulirkan untuk memastikan lansia tetap memiliki kualitas hidup baik dan tidak menjadi kelompok dengan tingkat ketergantungan tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi meluncurkan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).
Program Selantang digulirkan untuk memastikan Lansia tetap memiliki kualitas hidup baik dan tidak menjadi kelompok dengan tingkat ketergantungan tinggi.
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan, program kependudukan di bawah OPD KB yang bernaung di BKKBN bertujuan utama mewujudkan keluarga berkualitas, termasuk untuk kelompok Lansia.
"Karena usia harapan hidup Indonesia meningkat, jumlah Lansia juga bertambah. Kita perlu memastikan bahwa Lansia berusia di atas 60 tahun tidak mengalami penurunan kemandirian dan tingginya angka ketergantungan," kata Fitriani, Rabu 4 Januari 2026.
Fitriani menjelaskan, program Selantang merupakan pendidikan non formal sepanjang hayat yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup Lansia dengan prinsip SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif).
"Kita ingin membentuk Lansia tangguh melalui tujuh dimensi kualitas yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, dan sosial," jelasnya.
Sasaran utama program ini, sambung Fitriani, Lansia yang masih tinggal bersama keluarga dan tergabung dalam Bina Keluarga Lansia (BKL). Melalui berbagai kegiatan, Lansia diajak bersosialisasi agar tidak cepat pikun, serta mengikuti pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
"Kemarin di lokasi Budi Luhur, Lansia membuat syal yang bisa dipasarkan. Dengan begitu, mereka tetap produktif dan mandiri, tidak terlalu tergantung kepada orang lain," ungkapnya.
Saat ini, sebut Fitriani, program Selantang di Kota Cimahi masih bersifat pilot project akibat keterbatasan sumber daya manusia. Hingga kini, terdapat empat sekolah Lansia yang beroperasi di lokasi Budi Luhur, Pasirkaliki, Cigugur (Mawar Merah), dan Cimahi Utara (KTM Ceria).
Menurutnya, program ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, seperti bekerja sama dengan Puskesmas untuk layanan kesehatan terkait hipertensi, gizi, dan senam bersama, serta PUSPAGA untuk pendampingan psikologis.
"Dengan berkumpul dan memperpanjang silaturahmi, Lansia bisa memperlambat proses kepikunan dibandingkan jika hanya diam sendiri di rumah," katanya.
Fitriani mengatakan, Sekolah Lansia Tangguh bukanlah panti jompo, melainkan program pemberdayaan berbasis masyarakat di mana para Lansia tetap kembali ke rumah masing-masing setelah mengikuti kegiatan.
"Tujuan utama kita yakni membentuk Lansia yang tangguh, produktif, dan bahagia di lingkungan keluarga serta masyarakat," tegasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

