Jakarta Perkuat Pendidikan Dini

Jakarta Perkuat Pendidikan Dini
USIA DINI: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berupaya memperkuat pendidikan sejak usia dini dengan memperhatikan kapasitas guru.

INILAH, Jakarta - Masa depan sebuah kota tak hanya dibangun melalui gedung-gedung tinggi atau infrastruktur modern. Dia juga dibentuk dari ruang-ruang kelas tempat anak-anak mulai mengenal huruf, belajar berimajinasi, dan menumbuhkan rasa ingin tahu sejak usia dini.

Kesadaran itulah yang terus diperkuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pendidikan anak usia dini diposisikan sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang kelak membawa Jakarta menuju kota global.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, komitmen tersebut telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata.

“Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat pendidikan sejak usia dini. Melalui Perda Nomor 5 Tahun 2025, kami berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata sebagai fondasi menuju Jakarta sebagai kota global,” kata Pramono seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (6/8).

Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui Workshop Nasional Creativity Day for Teachers 2026 yang digelar di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Setiabudi. Sebanyak 500 guru PAUD dan TK dari lima wilayah Jakarta berkumpul untuk memperkaya metode mengajar sekaligus memperkuat kreativitas dalam mendampingi anak-anak belajar.

Di hadapan para pendidik, Pramono menegaskan, guru memiliki peran yang jauh melampaui penyampaian materi pelajaran. Di tangan merekalah karakter, kreativitas, dan semangat belajar anak mulai dibentuk sejak usia dini.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial menghadirkan tantangan baru yang menuntut guru terus meningkatkan kompetensi. Guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus memahami karakter, potensi, dan cara belajar setiap anak.

“Tantangan pendidikan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial. Karena itu, guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu menyesuaikan metode belajar dengan karakter dan gaya belajar setiap anak,” tuturnya. (gin)


Editor : Inilahkoran