Jalan Amblas, Sejumlah Rumah Terendam, Banjir di Toblong Kecamatan Cipeundeuy Garut

Banjir luapan sungai Cikaengan menerjang Desa Toblong Kecamatan Peundeuy selatan menyusul hujan deras mengguyur, Jumat 15 Juli 2022.

Jalan Amblas, Sejumlah Rumah Terendam, Banjir di Toblong Kecamatan Cipeundeuy Garut
Banjir luapan sungai Cikaengan menerjang Desa Toblong Kecamatan Peundeuy selatan menyusul hujan deras mengguyur, Jumat 15 Juli 2022.

INILAHKORAN, Banjir luapan sungai Cikaengan menerjang Desa Toblong Kecamatan Peundeuy Selatan, Kabupaten Garut, menyusul hujan deras mengguyur, Jumat 15 Juli 2022.

Kendati tak ada korban jiwa, kejadian tersebut menyebabkan sedikitnya tiga unit rumah penduduk terendam banjir, bronjong sungai hancur, huller, kandang ternak, dan hektaran lahan sawah rusak. Juga tembok penahan tanah (TPT) jalan kabupaten mengalami amblas.

Akan tetapi kejadian bencana tersebut tak membuat Kecamatan Peundeuy masuk pada salah satu dari 14 kecamatan terdampak banjir dan longsor yang ditetapkan dalam kondisi tanggap darurat bencana.

Baca Juga: Ternyata, Kim Woo Bin Sempat Bingung Baca Naskah Film Alienoid

Sebanyak 14 kecamatan terdampak bencana ditetapkan berkondisi tanggap darurat bencana banjir dan longsor sesuai Keputusan Bupati Garut Nomor 362/Kep.415-BPBD/2022 tertanggal 16 Juli 2022 yaitu Kecamatan Garut Kota,

Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Cilawu, Karangpawitan, Banyuresmi, Bayongbong, Cibatu, Cigedug, Cikajang, Pasirwangi, Samarang, Banjarwangi, dan Kecamatan Singajaya.

Dalam keterangannya, Camat Peundeuy Riyana Tasripin menyebutkan, banjir akibat meluapnya sungai Cikaengan menimpa Desa Toblong di tiga kampung. Yakni di Kampung Loa RT 01 - RW 05, banjir merendam areal pesawahan seluas dua hektare dan menghancurkan bronjong.

Baca Juga: Jembatan Copong Garut Kembali Bisa Dilintasi, Tapi Disarankan Hanya untuk Kendaraan Ringan

Di Kampung Seleketan RT 01 RW 03, banjir merendam tiga unit rumah penduduk dengan ketinggian air sekitar satu meter. Masing-masing rumah milik Sukaenah, Agus Rahmat, dan Asep-Kinkin. Banjir juga merendam seluas satu hektare areal sawah.

Masih di Kampung Seleketan, sebuah tembok penahan tanah (TPT) pada jalan kabupaten sepanjang 25 meter dengan tinggi tujuh meter mengalami amblas. Sehingga jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan ringan roda empat jenis minibu. Sedangkan kendaraan truk disarankan tak melintasi jalur jalan tersebut.

Baca Juga: Kasus Covid 19 di Kota Bogor Meningkat, Pengenalan Lingkungan Sekolah Dilakukan Secara Daring

"Di Kampung Toblong RT 02- RW 02, banjir merendam huller, dan areal sawah seluas dua hektare. Sebuah kandang ternak ayam milik warga juga terendam hingga sekitar 200 ekor anak ayam petelur di dalamnya mati.

Ketua PAC Laskar Indonesia Kabupaten Garut Opik menduga, tak masuknya Kecamatan Peundeuy sebagai salah satu kecamatan berstatus tanggap darurat terdampak bencana banjir dan longsor karena pelaporan ke Pemkab Garut terbilang lambat.

Dia berharap hal itu tak menghambat perhatian Pemkab Garut maupun lainnya terhadap masyarakat terdampak bencana tersebut di Kecamatan Peundeuy.***(zainulmukhtar)
 


Editor : inilahkoran