Jalan Ambles Depan Puskesmas Watubelah Tak Tertangani: Bupati Baru Tahu

JALAN ambles di depan Puskesmas Watubelah, Kabupaten Cirebon, sudah lebih dari lima bulan dibiarkan tanpa penanganan. Bupati tak tahu menahu.

Jalan Ambles Depan Puskesmas Watubelah Tak Tertangani: Bupati Baru Tahu
AMBLES: Potret jalan ambles di depan Puskesmas Watubelah, Kabupaten Cirebon yang menghambat aktivitas warga. Selama lima bulan, belum ada penanganan nyata dari pemerintah daerah setempat.

Oleh: Maman Suharman

Bayangkan sebuah ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat harus mendadak melambat, berguncang hebat, atau bahkan terpaksa berbalik arah mencari rute memutar yang lebih jauh.

Ironi pahit inilah yang harus dihadapi warga Kabupaten Cirebon selama lebih dari lima bulan terakhir tepat di depan Puskesmas Watubelah.

Sejak badan jalan di area tersebut ambles setengah tahun lalu, pemandangan sehari-hari di sana berubah total.

Roda-roda mobil, termasuk kendaraan roda empat milik warga yang hendak berobat, kini tak lagi bisa melintas.

Jalur yang dulunya hidup sebagai urat nadi mobilitas dan pusat ekonomi kecil masyarakat kini mati suri, menyisakan tumpukan tanah yang amlap dan bongkahan aspal yang retak.

Warga terpaksa memutar otak, mencari jalan tikus yang lebih sempit demi bisa beraktivitas.

Namun, di tengah kepasrahan warga yang saban hari berdebu dan bertaruh keselamatan, sebuah pengakuan mengejutkan datang dari sang pemegang kebijakan.

Bupati Cirebon, Imron, mengaku baru mendengar kabar tentang lumpuhnya akses di depan fasilitas publik tersebut.

“Oh ya, saya baru ini tahu. Nanti saya akan tanyakan ke Dinas PUPR-nya supaya cepat diperbaiki,” ujar Imron, Kamis (17/9).

Ia menambahkan bahwa pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) perlu memeriksa apakah kerusakan ini dipicu oleh masalah saluran air atau rapuhnya konstruksi bawah jalan.

 “Berarti apa ada yang tadinya selokan atau apa gitu. Nanti kita akan tanyakan itu,” lanjutnya.

Pengakuan "baru tahu" ini menyulut kekecewaan sekaligus sorotan tajam dari wakil rakyat di Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon.

Ketua Komisi III, Anton Maulana, menegaskan bahwa lima bulan adalah waktu yang teramat lama untuk sebuah pembiaran, apalagi kerusakan ini terjadi tepat di depan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Sebetulnya harus mendesak PUPR untuk diperbaiki. Karena itu kan jalan, sentra ekonomi termasuknya,” kata Anton dengan nada gusar.

Bagi Anton, tidak ada lagi ruang untuk alasan klasik seperti keterbatasan anggaran jika menyangkut hajat hidup orang banyak yang terhambat. Ia mendesak DPUTR untuk segera turun ke lapangan tanpa menunda-nunda lagi.

"Harus secepatnya. Minggu depan harus segera diperbaiki. Enggak bisa dijadikan [alasan anggaran]," tegasnya.

Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah. Di depan Puskesmas Watubelah, warga masih menunggu tindakan nyata.

Bagi mereka, setiap hari yang berlalu tanpa perbaikan bukan sekadar angka di kalender, melainkan taruhan atas keselamatan, waktu yang terbuang, dan akses kesehatan yang kian sulit dijangkau. (bsf)


Editor : Inilahkoran