Jalan Berlubang di Garut Makan Korban Jiwa, Masyarakat Tuding Pemkab Lamban
Gara-gara jalan berlubang di Kabupaten Garut lamban diperbaiki, korban jiwa pun tak terelakan. Seorang guru honorer tewas di cikarokok.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kondisi jalan berlubang di Kabupaten Garut kian menjadi sorotan masyarakat usai memakan korban.
Pemkab setempat dinilai lalai dan lamban memerbaiki jalan berlubang di Kabupaten Garut.
Seperti diketahui, jalan berlubang di Kabupaten Garut telah memakan korban jiwa seperti di ruas Jalan H Hasan Arif, Desa Sukasenang, Kecamatan Bayuresmi, belum lama ini.
"Banyak sekali jalan yang rusak, dan jalan Banyuresmi ini salah satunya yang parah, paling sering rusak. Ada perbaikan, tapi sepertinya tak bertahan lama. Jalan hotmiks pun jadinya enggak mulus. Di sana sini ada bekas tambalan, dan juga lubang-lubang yang berbahaya. Terutama kalau hujan," kata pengendara sepeda motor asal Kecamatan Tarogong Kidul, Emil (20), Jumat11 Februari 2022.
Kondisi tersebut, lanjutnya, memaksa dirinya selalu ekstra berhati-hati kalau melintasi jalan tersebut. Terutama di malam hari atau turun hujan yang membuat jalan rusak berlubang tak terlihat.
Apalagi penerangan jalan umum di sepanjang ruas jalan tersebut sangat kurang.
Baca Juga: Lepas Tim Sepak Bola Wartawan Jabar ke Solo, Ridwan Kamil: Yang Penting Berjuang Maksimal!
"Beberapa kali saya hampir terjatuh karena terantuk lubang di jalur ini. Ini kan sangat berbahaya," ujarnya.
Senada dikemukakan Tanti (40). Menurutnya, selain khawatir terjatuh, dirinya juga takut terserempet kendaraan lain gara-gara menghindari lubang jika melintasi ruas jalan Banyuresmi. Kerusakan jalan bahkan memanjang didapati mulai bundaran SMKN 2 hingga Kecamatan Leuwigoong di jalur tersebut.
"Saya juga terjatuh di daerah tersebut. Alhamdulillah, selamat. Hanya sepeda motor, lampunya, terbelah dan bodinya rusak," kata Asep warga lainnya.
Baca Juga: W20 Presidensi Indonesia Fokus Perjuangkan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Informasi diterima INILAH, kecelakaan memakan korban di jalan H Hasan Arif memakan korban itu terjadi Kamis 10 Februari 2022 pagi.
Sekitar pukul 07.30 WIB, Yudha seorang guru honorer di SMPN 1 Banyuresmi asal Kampung Pasirmalang Desa Sukasenang Banyuresmi berangkat dengan sepeda motor membonceng isterinya hendak ke sekolah.
Tiba di lintasan daerah Kampung Cikarokrok, diduga menghindari lubang, tanpa dapat dicegah, sepeda motornya bertabrakan dengan sepeda motor lain. Sehingga kedua kendaraan terjatuh berikut pengendaranya. Begitu pun Yudha dan isterinya terlempar ke aspal.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan Soal SN Korban Pembunuhan di Cibinong, Majikan: Dia Wanita Cantik dan Baik...
Saat warga yang mengetahui kejadian tersebut memburu korban dan berupaya memberikan pertolongan, Yudha diketahui meninggal dunia di tempat kejadian.
Sedangkan istrinya yang pegawai Tata Usaha di SMAM Banyuresmi mengalami cedera pada bagian tangan dan kaki. Kedua pengendara sepeda motor lainnya selamat, meski mengalami cedera.
Pantauan INILAH, kerusakan jalan bukan hanya didapati di ruas jalan H Hasan Arif melainkan di banyak ruas jalan lainnya, baik berstatus jalan desa, jalan kabupaten maupun jalan provinsi.
Baca Juga: Ganjil Genap, Polisi Putar Balikkan Kendaraan Luar Berplat Genap di Gerbang Tol Pasteur
Termasuk beberapa ruas jalan di kawasan kota Garut dan sekitarnya serta ruas sejumlah jalan baru.
Semisal Jalan Pembangunan, Jalan RSU, jalan Tarogong-Samarang, Jalan Raya Garut-Bandung, dan lainnya.
Tahun 2022 ini, Pemkab Garut sendiri menganggarkan dana perbaikan jalan sebesar Rp55,6 miliar meliputi 67,26 kilometer.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan dan Pembuangan Mayat di Cibinong Terbakar Api Cemburu
Termasuk perbaikan ruas jalan di Banyuresmi. Namun perbaikan jalan tersebut ditargetkan rampung dan laik dilintasi kendaraan sebelum Idul Fitri 2022, atau sekitar April 2022.***(zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran


