Jalan Cipinang Gading Dilebarkan: Sedikit Lahan, Banyak Kemudahan
JALAN sempit di Cipinang Gading mulai berbenah. Kebaikan hati warga membuka ruang bagi akses yang lebih lancar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
Di ujung Jalan Cipinang Gading, Kecamatan Bogor Selatan, sebuah perubahan kecil mulai membuka harapan baru bagi arus mobilitas warga.
Lahan selebar 2,5 meter yang sebelumnya menjadi bagian milik keluarga warga, kini diberikan untuk memperlebar akses jalan yang selama ini menjadi jalur penting masyarakat.
Kebaikan hati pemilik lahan itu menjadi langkah awal mengurai persoalan penyempitan jalan yang kerap memicu kemacetan, terutama sejak Jalan Saleh Danasasmita ditutup akibat longsor.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau langsung lokasi pelebaran jalan yang berada di depan TK Madania, Rabu (29/7) sore. Menurutnya, jalur tersebut kini menjadi akses alternatif utama warga karena pembangunan trase baru Batutulis masih berlangsung.
"Akses ini menjadi jalur alternatif yang banyak digunakan warga setelah ditutupnya Jalan Saleh Danasasmita akibat longsor," ujar Dedie.
Saat ini, lanjut dia, pembangunan trase baru masih dalam proses. Namun, kondisi jalan penghubung Pamoyanan–Cipinang Gading–Bogor Nirwana Residence mengalami penyempitan (bottleneck).
Kondisi itu membuat kendaraan harus saling menunggu saat melintas. Antrean pun tak jarang terjadi, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas warga meningkat.
Pelebaran akses jalan ini menjadi solusi sementara sekaligus bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat selama proses pembangunan jalur baru berlangsung.
Dedie mengatakan, penanganan jalan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan struktur pondasi hingga pembangunan badan jalan.
"Untuk pelebaran akses jalan akan dilakukan melalui berbagai penanganan, mulai dari penguatan struktur fondasi hingga pembangunan badan jalan," katanya.
Dia berharap, pelebaran tersebut dapat memberikan ruang lebih luas bagi kendaraan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Menurut Dedie, masih terdapat beberapa bidang lahan yang diperlukan untuk memperluas akses jalan secara optimal. Dia pun mengajak warga lain untuk turut berpartisipasi apabila memiliki kesempatan memberikan sebagian lahannya.
"Selanjutnya tinggal satu dua bidang lagi di depan. Jika ada kebaikan hati warga mau memberikan satu dua meter untuk pelebaran akses jalan, tentu ini secara keseluruhan akan memperlancar jalur ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rr Juniarti Estiningsih menjelaskan, setelah proses hibah lahan selesai, tahap berikutnya adalah pembongkaran tembok pada area yang telah diberikan untuk pelebaran.
Kemudian, pemerintah akan melakukan pekerjaan teknis berupa penggalian, pembangunan pondasi, hingga penyesuaian elevasi jalan.
"Setelah ini nantinya akses jalan bisa dilalui dua jalur kendaraan, sehingga tidak bergantian. Namun memang masih ada sedikit lagi beberapa bidang yang perlu dilebarkan, sehingga akses jalan ini secara permanen akan lebih luas," jelas Juniarti. (gin)
Editor : Inilahkoran

