Jalan Dekat Gerbang Masuk Pemda KBB Rusak, Begini Penjelasan Kadis PUTR

Akses jalan dekat gerbang masuk Pemda KBB rusak. Itu merupakan bagian dari kondisi jalan rusak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai.

Jalan Dekat Gerbang Masuk Pemda KBB Rusak, Begini Penjelasan Kadis PUTR
Bukan di perbatasan atau pelosok, namun kondisi jalan dekat gerbang masuk Pemda KBB rusak jalan rusak itu seakan menjadi wajah daerah yang baru merayakan HUT ke-16. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Akses jalan dekat gerbang masuk Pemda KBB rusak. Itu merupakan bagian dari kondisi jalan rusak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai.

Bukan di perbatasan atau pelosok, namun kondisi jalan dekat gerbang masuk Pemda KBB rusak jalan rusak itu seakan menjadi wajah daerah yang baru merayakan HUT ke-16.

Dari pantauan, selain berlubang jalan dekat gerbang masuk Pemda KBB rusak itu pun kerap dalam keadaan becek meski sedang tidak musim hujan.

Untuk itu, pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati, lantaran posisi badan jalan yang rusak tersebut tepat berada di turunan dari arah Jalan Raya Padalarang Cisarua menuju kantor Desa Mekarsari Kecamatan Ngamprah. 

Salah satu ruas jalan yang rusak hanya di satu titik tersebut. Berada di Kampung Kiarapayung  RT 04/RW 03, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

Seorang pengguna jalan Hidayat Saepudin (32) mengatakan, 
kerusakan jalan tersebut sudah lama namun hingga kini belum dilakukan perbaikan.

"Seingat saya dua bulan yang lalu ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) KBB mau ngurus KTP,  kondisi jalan dekat gerbang Pemda sudah rusak. Sekarang balik lagi, masih belum diperbaiki malah semakin parah," kata warga Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cihampelas kepada wartawan, Minggu 25 Juni 2023.

Menurutnya, seharusnya jalan di sekitar pusat pemerintahan tidak boleh ada yang rusak. Sebab, bisa menciptakan image buruk  infrastruktur jalan di wilayah KBB 

"Terlebih, ini dekat gerbang masuk Pemda, kalau di pelosok sih enggak akan kelihatan. Ini mah nyolok mata buncelik," ucapnya sambil tersenyum.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB Mochamad Ridwan menuturkan, ruas jalan rusak tersebut sudah tiga kali dilakukan perbaikan. Namun tak bertahan lama kembali rusak.

"Memang rusaknya hanya di titik itu saja. Sekalipun terus dilakukan perbaikan akan cepat rusak, sebab akar masalahnya ada pada pipa air yang berada di jalan tersebut," tuturnya.

Ridwan menjelaskan, pipa yang mengalirkan air ke rumah penduduk tersebut kerap bocor dan membanjiri badan jalan, sehingga jalan menjadi basah dan cepat rusak.

"Pipa air yang berada di badan jalan mestinya ditanam, minimal kedalamannya 60 cm. Sementara ini di atas permukaan sehingga mudah bocor dan mempercepat kerusakan jalan," jelasnya.

"Sudah tiga kali pemerintah melakukan perbaikan, tapi tak lama kemudian rusak lagi," sambungnya.

Meski begitu, Ridwan menyebut, pipa air yang berada di Jalan Mekarsari tersebut bukan milik PDAM tapi dikelola secara mandiri oleh warga dan digunakan untuk mengairi air ke rumah setempat.

Ridwan memastikan, pihaknya tidak membiarkan jalan tersebut rusak. Namun, sebelum dilakukan perbaikan, pihaknya terlebih dahulu bakal melakukan sosialisasi kepada warga. Terlebih, yang menyangkut keberadaan pipa air tersebut.

"Pasti titik jalan itu akan kita perbaiki, namun pipa airnya mesti ditangani terlebih dahulu dan itu mesti disampaikan ke warga yang memanfaatkan airnya," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani