Jangan Jago Kandang

Jangan Jago Kandang

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, Persib Bandung menghadapi tantangan lebih besar pada musim 2026/2027.

Setelah tampil dominan di kompetisi domestik, Maung Bandung dinilai harus mampu menunjukkan kekuatannya di level Asia.

Menurut dia, Persib Bandung saat ini berada dalam posisi sebagai salah satu klub paling dominan di Indonesia.

Kondisi itu, sekaligus menjadi tantangan agar prestasi Persib Bandung tidak hanya berhenti pada kompetisi dalam negeri.

“Mau tidak mau kita sekarang menjadi klub yang dominan. Ini tantangan besar karena kita tidak boleh hanya jadi jago kandang,” kata Farhan, Rabu (26/8).

Sambung dia, Persib Bandung memiliki modal kuat untuk kembali bersaing pada musim baru. Komposisi pemain yang dimiliki tim saat ini, dinilai memberikan alasan untuk optimistis menghadapi kompetisi 2026/2027.

“Kalau lihat dari pemain, optimis pisan.

Sejak 2014 kita selalu berkeyakinan untuk menjadi juara dan konsisten, kita harus selalu dominan,” ucapnya.

Menurut Farhan, konsistensi Persib Bandung dalam beberapa musim terakhir membuat klub kebanggaan Kota Bandung tersebut memiliki posisi yang berbeda dibanding sebelumnya. Persib Bandung diibaratkan sebagai Real Madrid versi Indonesia.

Dia merujuk pada koleksi lima gelar juara Persib Bandung, termasuk keberhasilan meraih tiga gelar secara berturutturut.

Namun, capaian tersebut dinilainya harus diikuti dengan peningkatan prestasi di kompetisi Asia.

Mendukung perjalanan Persib Bandung di ajang AFC, pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan MNC yang merupakan official media AFC. Kerja sama itu, nantinya diarahkan memperkuat dukungan masyarakat terhadap Persib Bandung.

“Kita akan bikin nobar-nobar dan juga live reaction, supaya dukungan kita terhadap penampilan Persib nanti di AFC itu mantap,” ujar dia.

(yogo triastopo)


Editor : Inilahkoran