Ketika Bola Menautkan Simpul Persaudaraan
BOLA bergulir, tawa pun mengalir. Para pengurus kelurahan turun lapangan, membawa semangat bertanding sekaligus mempererat silaturahmi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
Sore di GOM Bogor Utara, Kelurahan Cimahpar, Rabu (26/8), terasa berbeda. Bukan hanya anak-anak muda yang berlari mengejar bola, tetapi para ketua RT, RW, LPM, Karang Taruna hingga pengurus koperasi kelurahan ikut turun ke lapangan.
Mereka datang membawa nama kelurahan masingmasing.
Namun, pertandingan dalam Camat Cup Kecamatan Bogor Utara 2026 itu bukan semata-mata tentang siapa yang mencetak gol terbanyak.
Ada pertemuan, tawa, dan silaturahmi yang ingin dirawat lewat sepak bola.
Sebanyak delapan kelurahan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Para pemain dibagi ke dalam dua grup dan akan bertanding setiap Rabu sore selama tiga pekan, mulai pukul 15.30 WIB hingga pertandingan selesai.
Camat Cup dibuka langsung Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogor Utara.
Kehadiran para perangkat kelurahan membuat pertandingan berlangsung meriah, terlebih sebagian besar lurah dan pejabat kelurahan ikut mengenakan sepatu bola.
“Jadi jajaran perangkat kelurahan memang usianya tidak lagi muda, tapi dari pertandingan yang tadi saya ikuti seksama dan full sampai selesai, cukup menarik ya.
Terlihat ada beberapa bakat juga yang harus kami angkat kayaknya,” ujar Jenal.
Di tengah pertandingan, usia rupanya bukan alasan untuk kehilangan semangat.
Para pemain tetap beradu kecepatan, berebut bola dan mencoba mencetak gol.
Sesekali terdengar tawa dari pinggir lapangan ketika aksi pemain mengundang sorakan penonton.
Bagi Jenal, suasana tersebut justru menjadi sisi menarik dari turnamen. Warga bukan hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga mendapatkan hiburan dari laga yang berlangsung sengit namun tetap cair.
“Pokoknya sepak bola antar 68 kelurahan. Jadi saya cukup apresiasi dan warga tadi terhibur, karena melihat pertandingan yang agresif tapi tetap menghibur dengan komentator yang cukup menggelitik,” katanya.
Antusiasme itu bahkan memunculkan gagasan baru.
Jenal mengaku terinspirasi untuk menggelar pertandingan serupa yang mempertemukan seluruh kelurahan di Kota Bogor. Jika terealisasi, 68 kelurahan akan menjadi peserta dengan dukungan dari para donatur.
(gin)
Editor : Inilahkoran

