Januari, Garuda Layani Penerbangan Umrah Perdana di BIJB Kertajati
Mulai Januari 2026, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan umrah di BIJB Kertajati Kabupaten Majalengka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Mulai Januari 2026, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan umrah di BIJB Kertajati Kabupaten Majalengka.Hadirnya Garuda Indonesia dalam layanan penerbangan umrah di BIJB Kertajati itu terjadi usai adanya kerja sama.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari reposisi besar Kertajati sebagai pusat penerbangan internasional. Menurutnya, layanan umrah dan haji adalah pintu masuk yang paling realistis untuk memperkuat trafik penumpang.
“Pada 4 Januari akan ada pemberangkatan umrah perdana dengan Garuda Indonesia,” ujar Dedi, Kamis 11 Desember 2025.
Dedi menambahkan, penerbangan perdana menggunakan pesawat berkapasitas 334 kursi dan masih menyisakan ruang bagi masyarakat yang ingin berangkat cepat.
“Masih ada kesempatan 250 orang lagi, saya bantu promosikan,” katanya.
Komisaris PT BIJB Dedi Taufik menjelaskan, Program umrah Berkah pada 4 Januari mendatang akan berlangsung selama 9 hari dengan penerbangan langsung Garuda Indonesia. Pihaknya ingin memastikan kualitas layanan menjadi pembeda utama Kertajati.
“Paket ini disiapkan untuk memberikan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan terstandar dengan layanan yang menyeluruh,” tuturnya.
Paket dengan harga Rp34,8 juta per jemaah itu mencakup hotel bintang empat di Madinah dan Makkah, perlengkapan ibadah, dokumentasi, kunjungan Thaif, hingga sajian khas Timur Tengah. Bank BJB turut memberikan fasilitas pembiayaan bagi ASN, PPPK, dan perangkat desa untuk memperluas akses jemaah.
Minat umrah dari Jawa Barat yang mencapai 300 ribu jemaah per tahun, menjadi alasan BIJB menyiapkan jadwal penerbangan dua kali sepekan. Permintaan jemaah yang terus naik membuat Kertajati memperluas penawaran dan kapasitas.
Sedangkan, Plt Direktur Utama PT BIJB Ronald H Sinaga mengungkapkan sepanjang 2025 bandara ini berhasil melayani 28 kloter. Pada 2026, jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 40 kloter.
“Peningkatan ini sebagai bukti tumbuhnya kepercayaan publik terhadap BIJB sebagai pintu gerbang penerbangan umrah dan haji dari Jawa Barat,” kata Ronald.
Dengan keberangkatan umrah rutin dan dukungan maskapai nasional, pemerintah provinsi berharap Kertajati keluar dari bayang-bayang stigma sebagai bandara cadangan.
Penguatan layanan umrah dianggap sebagai momentum awal, mengembalikan denyut ekonomi, menarik pergerakan penumpang, dan mengoptimalkan infrastruktur strategis yang selama ini belum termanfaatkan maksimal.
Editor : Doni Ramdhani

