Jawab Kebijakan Larangan Study Tour, Disdik Kota Cimahi Dorong Sekolah Lakukan Walking Tour 

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mendorong sekolah yang ada di wilayahnya melaksanakan kegiatan walking tour sebagai jawaban kebijakan larangan studi tour yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Jawab Kebijakan Larangan Study Tour, Disdik Kota Cimahi Dorong Sekolah Lakukan Walking Tour 
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mendorong sekolah yang ada di wilayahnya melaksanakan kegiatan walking tour sebagai jawaban kebijakan larangan studi tour yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

INILAHKORAN, CImahi - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota CImahi mendorong sekolah yang ada di wilayahnya melaksanakan kegiatan walking tour sebagai jawaban kebijakan larangan studi tour yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melalui walking tour atau wisata edukatif lokal, Disdik Kota CImahi berharap seluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP bisa memperkenalkan sejarah dan bangunan bersejarah di Kota CImahi kepada para peserta didiknya.

"Langkah ini bukan hanya untuk menekan biaya, tapi juga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kota sendiri," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota CImahi, Nana Suyatna, Jumat 1 Agustus 2025.

Nana mengakui pembatasan dan larangan study tour sebenarnya sudah ada sejak tahun sebelumnya. Sebagai gantinya, para peserta didik didorong untuk melaksanakan walking tour.

"Tujuannya agar mereka mengenal tempat-tempat yang bersejarah di Kota CImahi, sehingga mereka semakin cinta dan bangga terhadap Kota CImahi," sambungnya.

Nana mengklaim, kebijakan itu selaras dengan edaran Gubernur Jawa Barat yang menekankan larangan kegiatan study tour komersial yang berpotensi membebani orang tua murid. 

Di samping itu, walking tour yang digagas Pemerintah Kota CImahi memanfaatkan potensi lokal dengan melibatkan pemandu wisata dan situs-situs sejarah.

"Kami mendorong silakan lah. Karena kan pada waktu mereka studi tour itu, perlu ada BBM, terus yang kedua, di dalam proses perjalanan mereka dikasih snack," ujarnya.

"Sambil mungkin, ketika turun ke suatu bangunan dan sebagainya, pemandu itu menjelaskan," ucapnya.

Nana menyebut, sejumlah lokasi bersejarah yang bisa menjadi destinasi edukatif, yakni Rumah Sakit Dustira, Gereja Ignatius, Masjid ABRI hingga kawasan-kawasan heritage lain di CImahi.

Menurutnya, program ini juga sudah berjalan sejak tahun lalu dan mendapat respons positif dari para peserta didik.

"Antusias anak-anak sangat bersemangat untuk mengikuti itu. Namun mungkin ada giliran lah, karena kan banyak satuan," imbuhnya. ***


Editor : JakaPermana